DILANTIK JOKOWI, BUDI GUNAWAN RESMI JADI KEPALA BIN – Poskota.co
Wednesday, September 20

DILANTIK JOKOWI, BUDI GUNAWAN RESMI JADI KEPALA BIN

POSKOTA.CO – Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9). Budi yang sebelumnya menjabat wakil kepala Polri resmi menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso.

Presiden Jokowi membacakan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 102/P/2016 untuk mengukuhkan jabatan Komjen Budi Gunawan sebagai kepala BIN sekitar pukul 17.45 WIB.

“Mengangkat Komjen Budi Gunawan sebagai Kepala BIN dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan administrasi dan fasilitas lainnya,” demikian bunyi surat keputusan yang dibacakan di Istana Negara.

Setelah Keppres dibacakan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan.

Berikut isi sumpah Budi Gunawan sebagai kepala BIN:

Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945,
Bahwa saya akan menjunjung hak asasi manusia, demokrasi dan supremasi hukum,
Bahwa saya akan menjalankan tugas dan wewenang jabatan saya dengan sungguh-sungguh, saksama, objektif, berani dan profesional,
Bahwa saya akan menjunjung tinggi kode etik intelijen negara di setiap tempat, waktu dan dalam keadaan bagaimana pun juga,
Bahwa saya pantang menyerah dalam menjalankan segala tugas dan kewajiban jabatan,
Bahwa saya akan memegang teguh segala rahasia intelijen negara dalam keadaan bagaimana pun juga.

Selesai pembacaan sumpah, Budi Gunawan menandatangani berita acara pelantikan. Jokowi juga ikut tanda tangan.

Acara kemudian ditutup dengan lagu Indonesia Raya. Setelah itu Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla menyalami Budi Gunawan.

Kemudian disusul tamu undangan antara lain Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, mantan Kepala BIN Sutiyoso, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta semua menteri kabinet kerja dan pimpinan lembaga tinggi negara, termasuk dari unsur TNI dan Polri, serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang juga turut hadir.

Pelantikan Budi Gunawan menjadi kepala BIN diketahui telah didahului oleh uji kepatutan dan kelayakan di DPR Rabu (7/9). Lolosnya Budi Gunawan dalam fit and proper test disahkan dalam rapat paripurna DPR, Kamis (8/9), dan langsung dilanjutkan dengan pelantikan oleh Presiden Joko Widodo.

Budi Gunawan tercatat sebagai kepala BIN ketujuh sejak restrukturisasi Badan Koordinasi Intelijen negara pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Ia merupakan perwira kepolisian kedua yang memimpin BIN setelah Jenderal (Purnawirawan) Sutanto. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.