Djoko Waluyo 12/02/2014
Urine pejabat dibawa ke lab
Urine pejabat dibawa ke lab

POSKOTA.CO – Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalimantan Timur melakukan tes urine terhadap puluhan pejabat di Kabupaten Penajam Paser Utara yang dirangkai dengan sosialisasi penyalagunaan bahaya narkoba di ruang rapat paripurna gedung DPRD setempat, Rabu.

Sebelum dilaksanakan tes urine, sejumlah personel Kepolisian Resor (Polres) yang dipimpin Wakapolres Penajam Paser Utara Kompol Bramanti Agus menjaga (mengepung) seluruh pintu ke luar gedung DPRD tersebut.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara Mustaqim MZ mengatakan, sosialisasi dan tes urine dilakukan dikhususkan untuk para pejabat eselon II, III dan IV yang dilakukan secara bertahap dan akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan setiap tahun.

Selain itu, kata Mustaqim, kegiatan sosialisasi juga merupakan program dari BNP Kaltim. Dan tahun ini merupakan tahun penyelamatan dan BNP akan turun ke seluruh kabupaten/kota di provinsi ini Kaltim. “Ini juga merupakan peringatan bagi seluruh PNS, dengan kegiatan tes urine ini diharapkan PNS terhindar dari narkoba dan bisa menghindari barang haram ini,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, pihaknya sudah mengambil tindakan tegas kepada pegawai yang terlibat dalam kasus narkoba. Tindakan yang dilakukan dengan melakukan pemecatan. “Namun bagi BNP itu belum cukup, karena nanti setelah keluar sulit untuk dibina,” katanya.

Sosialisasi penyalagunaan narkoba tersebut, dilakukan langsung Ketua BNP Kaltim Kombes drg Agus Gatot Purwanto dan dihadiri Wakil Bupati yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Penajam Paser Utara Mustaqim MZ. Selain itu, hadir juga sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan pejabat eselon III dan IV.

Tes urine yang dilaksanakan di dekat toilet ruang paripurna DPRD Penajam Paser Utara tersebut, diikuti puluhan pejabat. Namun ada sejumlah pejabat lebih dahulu meninggalkan ruang paripurna sesaat setelah Wakil Bupati Penajam Paser Utara Mustaqim meninggalkan gedung wakil rakyat itu.

Para pejabat meninggalkan ruang rapat paripurna melalui pintu utama. Pejabat yang mengikuti tes urine tersebut, terlebih dahulu mengisi absen kemudian mengambil botol kecil yang disiapkan BNP. Selanjutnya, masuk ke toilet kemudian keluar menyerahkan botol yang berisi urine. Kemudian kembali mengisi absen yang disesuaikan dengan nomor yang terserah di botol kecil.

Saat ditanya mengenai hasil tes urine, salah seorang petugas BNP Kaltim belum bisa mengungkapkan hasil tes.
“Nanti kami akan memberitahukan mereka (pejabat) bila terbukti positif narkoba. Jadi hasilnya belum bisa kami umumkan,� kata salah satu petugas BNP.

Dalam sosialisasi dan tes urine tersebut, tidak satupun anggota DPRD Kabupaten Penajam Pser Utara PPU yang hadir. Padahal para anggota DPRD sudah diberikan undangan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan tes urine tersebut.
Salah seorang panitia mengaku, sudah menyerahkan undangan kepada DPRD melalui bagian umum. Ada bukti kalau undangan itu diterima bagian umum. Semua anggota DPRD kami undang. antara

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*