taher 12/09/2015
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Komandan Korem 171 Anim Ti Waninggap Merauke Brigjen TNI Supartodi meminta penyidik Sub Denpom XVII/C Timika mempercepat proses hukum dua prajurit yang menembaki warga Suku Kamoro di Koperapoka Timika, Jumat (28/8). “Saya minta secepatnya diselesaikan,” kata Brigjen Supartodi kepada Antara di Timika, Sabtu.

Ia kembali mengajak warga Mimika untuk ikut memantau penanganan kasus tersebut. Proses hukum dua tersangka yakni Serka Makher dan Sersan Ashar (keduanya anggota Kodim 1710 Mimika) akan digelar di Timika.

“Akan disidangkan di Timika. Masyarakat bisa datang mengikuti persidangannya, silahkan dipantau. Saya sudah minta Oditur Militer dari Jayapura,” tuturnya.

Brigjen Supartodi menegaskan tidak akan melindungi anak buah yang melakukan pelanggaran, apalagi melakukan tindak kriminal menghilangkan nyawa orang lain karena dalam kondisi mabuk.

“Istilahnya mereka ini kanker bagi TNI. Kalau ada kanker dalam tubuh, yah harus kita potong. Kita harus tegakkan hukum. Sudah mabuk, menembak orang lagi. Itukan kurang ajar. Prajurit yang tidak benar, yang melanggar hukum, yah harus dihukum,” ujarnya.

Danrem Merauke juga membenarkan bahwa anggota Komnas HAM RI Natalius Pigai sudah berkunjung ke Timika untuk melakukan investigasi kasus penembakan yang menewaskan dua warga pada Jumat (28/8).

Belajar dari kasus di Timika itu, Danrem Merauke mengaku selalu mengimbau para prajurit TNI di wilayah tugasnya agar menghindari konsumsi minuman keras beralkohol.

Kasus penembakan terhadap sejumlah warga Suku Kamoro di Koperapoka Timika beberapa waktu lalu menewaskan dua warga yaitu Herman Mairimau dan Yulianus Okoare.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*