harmono 22/09/2015
3 Anak kencur pencongjkel spion
3 Anak kencur pencongjkel spion

POSKOTA.CO – Meski usianya masih tergolong muda, tiga remaja ini sudah lihai mematahkan kaca spion mobil mewah. Sebelum beraksi, komplotan penjahat yang dibilang kencur ini diberikan pelatihan bagaimana cara cepat mematahkan spion dalam waktu 3 detik dan kemana harus melarikan diri.

Ketiga anak baru gede yang ditangkap Polsek Metro Tanjung Duren, Jakarta Barat:

o. FD, 17 tahun,
o. MS, 16 tahun,
o. RM, 16 tahun,

Kapolsek Metro Tanjung Duren, Kompol Hari Purnomo baru-baru ini mengungkapkan, komplotan pencurian itu hanya menjadikan para ABG ini sebagai bemper guna mencari keuntungan. Sindikat ini pun sangat terorganisir rapi. Mereka hanya butuh waktu 3 detik saja untuk menggondol spion yang menjadi targetnya.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanjung Duren, AKP Antonius menyatakan saat ini pihaknya tengah menyelusuri identitas bos dari komplotan ini. Dua penadah berinisial A dan U sudah dikantongi petugas terkait kasus tersebut.

Spion hasil curian itu dibeli dengan harga murah. Sementara kalau dijual lagi sepasang spion laku Rp. 750.000 untuk mobil Avanza dan Xenia. Kalau untuk Alphard dan BMW itu bisa lebih tinggi lagi harganya,” jelas AKP Antonius.

Para pelaku sendiri mengaku menjual sepasang spion hasil curiannya senilai Rp. 250.000. FD satu dari tersangka ini mengungkapkan spion tersebut diserahkan ke penadah yakni penjual onderdil di bilangan Tamansari, Jakarta Barat.

“Dijual Rp 250.000, uangnya buat makan. Susah cari kerja, sudah enggak sekolah,” ujar FD yang telinganya tampak tertindik.

Remaja berperawakan kurus kerontang itu bersama rekannya sudah sebanyak 45 kali melakukan aksi pencurian spion. Ia menuturkan teknik congkel spion tersebut dipelajari dari kawannya pada 3 bulan yang lalu.

Menurut FD, selain menjadi komplotan spesialis pencurian kaca spion, dirinya kerap kali mengamen di jalan bersama rekan – rekannya itu. FD menerangkan komplotan ini berjumlah 9 orang.”Masing – masing kelompok terdiri dari 3 orang. Kami berpencar ada yang di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan,” kata FD. Foto Humas Polres Jakbar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*