BUS ITU TIBA-TIBA NYELONONG KAYAK GAK ADA REMNYA – Poskota.co

BUS ITU TIBA-TIBA NYELONONG KAYAK GAK ADA REMNYA

POSKOTA.CO – “Bus itu, tiba-tiba nyelonong dan menabrak kendaraan yang ada di depannya. Nggak tahu apakah sopir ngantuk, atau mabuk atau bus iutu tak ada remnya,” kata Asep Sahputra, saksi mata di lokasi kejadian musibah kecelakaan yang merenggut 12 nyawa.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus memastikan korban tewas dalam kecelakaan di jalur Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017) bertambah menjadi 12 orang. “Luka berat tercatat 20 orang,” tambahnya.

Sebelumnya pada libur panjang minggu lalu, sebuah bus wisata juga menabrak belasan kendaraan dan menewaskan 3 orang di Tanjakan Selarong, Puncak, Jawa Barat. Dalam pemeriksaan polisi, Bambang sopir bus mengakui kalau kendaraan yang dibawa tak laik jalan. “Gak laik jalan dipaksakan untuk mengangkut rombongan,” ungkap Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama di TKP Kecelakaan, Selasa (25/4/2017).
30 laka

Selain bus dan kendaraan roda empat, ada sekitar 7 motor yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kendaraan yang mengalami musibah diantaranya:

1. Bus Pariwisata Kitrans B 7058 BGA
2. Avanza Silver B 1608 BKV
3. Avanza Silver B 1087 BIQ
4. Pick Up Hitam F 8312 YA
5. R2 Mio Merah B 4503 BBI
6. R2 Vario Merah B 3370 BXG
7. R2 Vario Hitam B 4503 BBI
8. R2 Satria FU B 6917 BHK

Nama-nama korban meninggal dunia antara lain:

1. Willy Chandra
2. Yoyo Yohanes
3. Wagiroen
4. Mamad
5. Suyono
6. Yatna
7. Mr X (belum diketahui identitasnya)
8. Mr X (belum diketahui identitasnya)
9. Mr x (belum diketahui identitasnya)
10. Mrs X (belum diketahui identitasnya)
11. Mrs X (belum diketahui identitasnya)
12. Mrs X

Akibat kecelakaan yang merenggut belasan jiwa, arus kendaraan arah Cianjur dan sebaliknya mengalami kemcetan mencapat belasan kilometer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)