taher 12/05/2014
Boediono
Boediono

POSKOTA.CO – Mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat wakil presiden Boediono dapat julukan profesor kodok karena tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan.

Hal itu dikatakan Kwik terkait Boediono yang menggunakan argumen psikologis untuk menyelamatkan dan memberikan dana talangan kepada Bank Century. Boediono menilai akan adanya kegentingan dunia usaha jika Bank Century tidak segera diberikan kucuran dana.

“Kalau boleh saya agak kasar, menurut pendapat saya itu adalah pendapar seorang profesor kodok yang tidak mengetahui lapangan,” kata Kwik saat bersaksi di sidang kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/5/2015).

Kwik menilai kekhawtiran Boediono soal kegentingan cenderung berlebihan, tidak beralasan dan tidak didasari oleh bukti kuat.

“Saya heran, dalam hal genting, psikologis dijadikan faktor, nggak pernah didiskusikan dengan ahli psikologi massa. Mengapa tidak pernah mencari pendapat pengusaha, genting atau tidak,” kata Kwik.(bs/sof/ti)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*