BNN MUSNAHKAN BARANG BUKTI SABU DAN EKSTASI LIMA KASUS NARKOTIKA – Poskota.co

BNN MUSNAHKAN BARANG BUKTI SABU DAN EKSTASI LIMA KASUS NARKOTIKA

POSKOTA.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 22.027,20 gram sabu dan 24.883 butir ekstasi dari lima kasus tindak pidana narkotika).

Barang bukti (barbuk) narkotika yang dimusnahkan sebelumnya telah disisihkan untuk keperluan laboratorium, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan sebanyak 128,5 gram sabu dan 10 butir ekstasi.

“Kasus pertama dalam pemusnahan ini merupakan kasus tindak pidana narkotika dengan barang bukti paket sabu seberat 8.095,7 gram. Modusnya yakni dengan menggunakan kurir untuk pengiriman. Paket sabu yang dikirim dari Malaysia tersebut diketahui milik tersangka AB yang kemudian dimasukan ke dalam barang bukti temuan (lost and found) di rumah AR karena tersangka AB saat penggerebekan telah melarikan diri, dan hingga saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Kepala BNN Budi Waseso di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/10).

Kasus kedua yakni, dengan barang bukti 2.500 gram sabu dan 24.893 butir ekstasi yang disita dari tangan tersangka berinisial MA, pria WNI (36), S (pria/WNI/39), dan MU (pria/WNI/28) dengan modus diselipkan pada spakbor truk. Petugas melakukan penggerebekan dan menemukan barang bukti di jalan lintas Sumatera.

“Kini para tersangka telah diamankan petugas dan dikenakan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Konferensi pers pemusnahan barang bukti 22.027,20 kg sabu dan 24.883 butir ekstasi di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/10). (Dok BNN)
Konferensi pers pemusnahan barang bukti 22.027,20 kg sabu dan 24.883 butir ekstasi di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/10). (Dok Humas  BNN)

Sementara kasus ketiga, tindak pidana narkotika yang juga turut dimusnahkan barang buktinya adalah kasus penyelundupan sabu dengan modus menggunakan pil yang dimasukan dalam anus oleh tersangka OKG alias Aguan (pria/WNA/26), SML (pria/WNA/40), dan RS alias Sanep (pria/WNA/36) di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (16/8).

“Sebanyak 11 kapsul berisi sabu seberat 638,4 gram sabu yang ditemukan tersebut rencananya akan dibawa ke Lombok. Keesokan harinya petugas mengamankan ZH (pria/WNI/37), dan H alias Tompel (pria/WNI/20) yang diketahui sebagai pihak yang menerima barang tersebut. Semua tersangka yang berjumlah lima orang tersebut dikenakan Pasal 114 Ayat (2) jo pasal 132 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Buwas menjelaskan.

Berikut kasus keempat, pemusnahan barang bukti narkotika ini merupakan kasus penyelundupan 507,4 gram sabu oleh tersangka berinisial AT di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

“Modus penyelundupan yang digunakan yakni dengan memasukkan bungkusan plastik klip berisi sabu ke dalam sepasang sepatu dan juga menyelipkannya ke tiga buah celana dalam,” ungkap Budi Waseso yang akrab disapa Buwas.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus terakhir yaitu, penyelundupan dengan modus menggunakan keranjang yang berisikan pisang yang dilakukan pada Sabtu (10/9), oleh tersangka berinisial S alias WY alias Rusti, TTT alias Atat, dan BMF alias Afong.

“Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 10.414, 20 gram dipacking ke dalam keranjang berisi pisang kepok diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui Singkawang, Kalimantan Barat, kemudian dibawa ke Pontianak dan dikirim ke Pelabuhan Tanjung Priuk. Ketiganya diamankan petugas dan dikenakan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Buwas. (*)

===

Konferensi pers pemusnahan barang bukti 22.027,20 kg sabu dan 24.883 butir ekstasi di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/10).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.