taher 22/05/2014

PNSPOSKOTA.CO – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat Kartius kecewa dengan tingkat kehadiran dan disiplin pegawai negeri sipil di Dinas Pekerjaan Umum setempat. Ia dan rombongan melakukan inspeksi mendadak di sejumlah instansi di lingkungan Pemprov Kalbar di Pontianak, Kamis.

Ada tiga yang dikunjungi yakni RSUD dr Soedarso, Dinas Pekerjaan Umum dan Unit Latihan Kerja Industri. “Dari 200 lebih pegawai di Dinas PU, yang hadir hanya sembilan orang. Kabid tak satupun yang ada, banyak yang pendidikan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, tidak ada apel pagi. Ia mengakui ada yang berpendapat bahwa yang penting adalah hasil, bukan sekedar apel pagi. “Tapi apel pagi adalah bagian dari disiplin. Dan itu berdasarkan perintah tertulis dari gubernur,” katanya menegaskan.

Berdasarkan aturan tersebut, apel pagi adalah kewajiban bagi pegawai di lingkungan Pemprov Kalbar, baik mereka yang tersebar di badan, unit, maupun dinas serta sekretariat daerah.

Ia mengingatkan kritik dari Ombudsman RI Perwakilan Kalbar tentang kinerja birokrasi yang memprihatinkan sehingga harus terus dibenahi. “Kalau untuk hal kecil saja tidak peduli, bagaimana dengan yang besar,” kata Kartius.

Ia semula lebih mengkhawatirkan pelayanan di RSUD dr Soedarso. Ternyata, kata dia, setelah bertemu dengan sejumlah pasien, menunjukkan adanya perbaikan. “Mereka bilang tidak perlu membayar saat berobat, dan dokternya pun baik,” ungkap Kartius.

Di Unit Latihan Kerja Indonesia di Jalan Abdurrahman Saleh Pontianak, para peserta kursus merasa terbantu dengan pelatihan yang diberikan secara gratis. “Kalau memang unit-unit kerja di lingkungan Pemprov Kalbar tidak ada fungsinya, lebih baik dihapus saja,” ujar Kartius.

Ia pun akan terus melakukan inspeksi mendadak ke instansi lain untuk mengetahui kinerja dan disiplin PNS.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*