taher 23/05/2014

bocah dicabuli POSKOTA.CO – “Saya minta suami saya dihukum seumur hidupnya, karena dia tega menodai anak kandungnya,” kata Ny. Yh, suami dari TM, Mantan Bupati Pasaman, Sumatra Barat, usai melapor ke Polres Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2014) sore.

Mantan pejabat tersebut diduga mencabuli putri kandungnya yang masih berusia 8 tahun. Meski pernah menjadi pejabat namun tak bertartabat sehingga yang seharusnya menikmati masa tua kini harus berurusan dengan pihak berwajib.

Kebejatan pensiunan TNI berpangkat letkol itu, terjadi saat putrinya sedang berada dalam kamar suaminya.elihat perubahan pada sikap anaknya, PT. Belakangan, PT enggan berada di rumah TM yang terletak di Villa Pamulang Blok C Nomor 6, RT 011/07, Benda Baru, Pamulang, Tanggerang Selatan.

YH pun menanyakan perubahan sikap putri kedua dari tiga bersaudara itu. Pertanyaan demi pertanyaan YH tidak direspon oleh PT. Namun, perubahan sikapnya semakin terlihat, terlebih saat korban bertemu ayahnya. “Seperti orang ketakutan, selalu minggir minggir kalau lihat ayahnya,” kata YH.

Akhirnya YH memaksa anaknya untuk tinggal di rumahnya. “Dia juga tidak mau sekolah. Akhirnya kami membawanya ke KPAI, di sanalah semua terungkap,” ucapnya.

Kekesalan YH pun memuncak dan memutuskan untuk melaporkan mantan suaminya ke Polres Jakarta Selatan.

“Saya ingin dia bertanggung jawab, terlebih yang dilecehkan itu adalah anak kandungnya sendiri. Saya mau dia dihukum seumur hidup,” kata YH.

Pengacara keluarga korban, Hermansyah Dulaimi, mengatakan korban tiap empat hari sekali berpindah dari rumah ayahnya ke rumah ibunya, lantaran kedua orang tuanya berpisah.

“Peristiwa pencabulan dilakukan di dalam kamar rumah di Villa Pamulang Blok C No. 6, RT011 RW007, Benda Baru, Pamulang, Tanggerang Selatan. Saat ini dia masih tinggal dan berada di sana,” katanya.

Laporan YH itu telah tercatat dengan nomor laporan LP/884/K/V/2014/ Restro Jaksel. Hermansyah berharap pelaku cepat ditangkap.

“Sudah buat laporan, rencana dua hari ke depan baru akan dibuat BAP saksi korban. Untuk visum sudah dilakukan, yang jelas selaput dara korban sobek. Kami hanya ingin hukum ditegakkan,” pungkasnya

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*