taher 03/07/2015
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Suami berangkat kerja, seorang ibu rumah sebut saja ST,26, membawa gebetannya (pria selingkuhan) ke rumahnya di Jalan Kemayoran Barat III, RT … RW …, Kemayoran, Jakarta Pusat. “Warga sudah lama curiga, memang suaminya jauh lebih tua,” kata warga sekitar.

Suami wanita berkulit hitam manis itu sekitar 45, berinitial TKK. Peristiwa perselingkuhan terjadi tak lama suami berangkat kerja, PIL itu masuk ke rumah. Mungkin saja, DS, pria yang masih perkasa berusia 19 tahun tersebut sudah memantau sekitar rumahnya. Begitu suami keluar, langsung masuk.

Kapolsek Metro Kemayoran, Kompol Suyud menuturkan awal perselingkuhan terbongkar saat TKK kembali ke rumah untuk mengambil handphone miliknya yang tertinggal. “Di jalan, suami ST merasa ada yang kurang, yaitu handphone, kemudian dia balik lagi,” tambahnya.

Setelah tiba dirumah, TKK merasa ada yang aneh saat ia melalui kamarnya. Dia mendengar suara laki-laki yang bercengkerama dengan istrinya. Namun, saat itu TKK tidak langsung menggerebek keduanya. Dia memilih mencari saksi terlebih dahulu.

“Pas di rumah TKK mendengar suara laki-laki lain sedang ngobrol dengan istrinya. Untuk meyakinkan dirinya meminta RT setempat kemudian dilanjutkan ke kepolisian untuk menggerebek bersama-sama,” lanjutnya.

Saat pintu kamar didobrak, keduanya sudah dalam posisi tanpa busana dan siap melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri yang sah. “Pas didobrak keduanya sedang tiduran, baru mau berhubungan badan,” terangnya.

ilustrasi
ilustrasi

Ditemukan Mayat Wanita Berdaster Duduk

JAKARTA – Mayat wanita ditemukan warga dengan posisi duduk di Jalan Stasiun samping Kampus D Universitas Gunadarma, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (2/7/2015) malam sekira pukul 19:30 WIB.

Mayat wanita yang diperkirakan berusia 50 tahun ini pertama kali ditemukan oleh Atmi,39 tahun, pejalan kaki. “Saksi yang menemukan korban langsung melaporkan ke petugas satpam universitas. Setelah itu diteruskan ke polisi ,”ujar Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu Supiati saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2015) pagi.

Kapolsek menyebutkan, ciri-ciri korban memakai daster batik biru, kerudung merah muda, celana pendek ungu. Serta ciri-ciri khusus korban mengenakan cincin perak di jari manis tangan kiri, serta mengenakan sendal jepit merah.

“Petugas tidak menemukan bekas atau tanda-tanda kekerasan pada korban. Korban meninggal diduga akibat sakit,” tambah Kapolsek. Untuk proses penyelidikan, petugas membawa korban ke RSUD Kota Depok.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*