Djoko Waluyo 25/02/2014
ILUSTRASI
ILUSTRASI

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Kota Medan meringkus empat pelaku perampokan toko Indomaret dan Alfamart di sejumlah wilayah hukum di daerah tersebut.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karokaro dalam paparannya, Selasa, mengatakan ke-4 tersangka itu, antara lain SHR,27, bekas anggota Polres Aceh Tenggara berpangkat Brigadir, penduduk Desa Tanjung Anom, Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian, tersangka AI,21, warga Simpang Bekala, Medan Tuntungan dan tersangka JS,48, warga Komplek Perumahan Deren Jangak, Simpang Tuntungan, Pancur Batu, dan SP ,35, warga Desa Jogar, Ketambe Aceh Tenggara.

Keempat perampok tersebut, menurut dia, sudah lebih dari lima kali melakukan aksi kejahatan mereka di tujuh tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polresta Medan.

“Pelaku itu diamankan di tempat persembunyiannnya, berkat kerja sama Polresta Medan dengan Polsekta,” ucap Nico.

Kapolresta menambahkan, dalam perampokan yang dilakukan pelaku, dan mereka terlebih dahulu mengancam korban dengan menodongkan pistol airsofgun, dan selanjutnya diikat.

Nico juga menghimbau pada pemilik Indomaret yang buka selama 24 jam agar memasang kamera pengaman berupa CCTV, sehingga dapat memantau situasi yang terjadi.

“Para karyawan Indomaret selalu waspada dan tetap melakukan koordinasi dengan Polsekta terdekat sehingga bisa mengetahui peristiwa yang terjadi,” kata Kapolresta yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Calvijn Simanjuntak.

Sementara itu, tersangka SHR mantan anggota Polres Aceh Tenggara membantah, bahwa dirinya sebagai otak perampokan toko Indomaret.

Menurut dia, dalang perampokan tersebut adalah JS penduduk Tanjung Anom.

Tersangka SHR mengakui, baru tiga kali melakukan perampokan dan yang terakhir adalah toko Indomaret Jalan Kapten Sumarsono Medan.

Bernard (19) karyawan Indomaret Jalan Gatot Subroto Medan mengatakan, memang ke-4 orang itu, yang melakukan perampokan dan satu orang pura-pura berbelanja.

Kemudian, beberapa orang lainnya menodongkan pistol, dan mengambil uang Rp 13 juta dari dalam kas.

“Saya bersama beberapa rekan lainnya juga disekap di kamar mandi,” ucap Bernard menceritakan pengalamannya pada peristiwa perampokan tersebut.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*