BARU KENAL, GADIS MANIS DIPERKOSA DAN DIRAMPOK – Poskota.co

BARU KENAL, GADIS MANIS DIPERKOSA DAN DIRAMPOK

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Seorang remaja pria, berinitial AS, 17, ditangkap polisi karena melakukan perkosaan dan perampasan sepeda motor terhadap gadis manis yang baru dikenalnya sebut saja Bunga, usia sebayanya, Rabu(27/)

Keduanya baru mengenal lewad media sosial FB lalu janji bertemu di Alun-alun Manonjaya. Kemudian pelaku yang berkerja sebagai buruh warga Kp.Cibangun Kel./Kec.Cibeureum Kota Tasikmalaya membawa korban ke daerah Tamansari tempat sepi.

Di tempat yang sepi itu, Bunga dianiaya karena menolak diajak berhubungan intim. Dalam kondisi lunglai menahan sakit akibat hantaman benda tumpul Bungan diperkosa.

Usai menggagahi, pelaku berusaha meninggalkan korban di tempat sepi dan gelap namun korban mengejarnya dan kemudian kembali membonceng korban. Bukannya diantar pulang, korban malah dibawa ke daerah Karangnunggal Kab.Tasikmalaya dan ditinggalkan di kegelapan malam.

Polsek Gunungtanjung dibawah pimpinan Kapolsek Iptu Entis Sutisna yang mengetahui adanya peristiwa yang menimpa warganya tersebut, langsung mengamankan pelaku dan sepeda motor yang dibawa kabur.

Dari pelaku tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna Merah. Polsek Gunungtanjung berkoordinasi dengan Polsek Tamansari dimana terjadinya peristiwa tersebut. Kasusnya ditangani Polsek Tamansari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.