BARU KENAL, GADIS MANIS DIPERKOSA DAN DIRAMPOK – Poskota.co
Wednesday, September 20

BARU KENAL, GADIS MANIS DIPERKOSA DAN DIRAMPOK

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Seorang remaja pria, berinitial AS, 17, ditangkap polisi karena melakukan perkosaan dan perampasan sepeda motor terhadap gadis manis yang baru dikenalnya sebut saja Bunga, usia sebayanya, Rabu(27/)

Keduanya baru mengenal lewad media sosial FB lalu janji bertemu di Alun-alun Manonjaya. Kemudian pelaku yang berkerja sebagai buruh warga Kp.Cibangun Kel./Kec.Cibeureum Kota Tasikmalaya membawa korban ke daerah Tamansari tempat sepi.

Di tempat yang sepi itu, Bunga dianiaya karena menolak diajak berhubungan intim. Dalam kondisi lunglai menahan sakit akibat hantaman benda tumpul Bungan diperkosa.

Usai menggagahi, pelaku berusaha meninggalkan korban di tempat sepi dan gelap namun korban mengejarnya dan kemudian kembali membonceng korban. Bukannya diantar pulang, korban malah dibawa ke daerah Karangnunggal Kab.Tasikmalaya dan ditinggalkan di kegelapan malam.

Polsek Gunungtanjung dibawah pimpinan Kapolsek Iptu Entis Sutisna yang mengetahui adanya peristiwa yang menimpa warganya tersebut, langsung mengamankan pelaku dan sepeda motor yang dibawa kabur.

Dari pelaku tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna Merah. Polsek Gunungtanjung berkoordinasi dengan Polsek Tamansari dimana terjadinya peristiwa tersebut. Kasusnya ditangani Polsek Tamansari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.