BANJIR SURUT, WARGA TETAP BERTAHAN DI PENGUNGSIAN – Poskota.co

BANJIR SURUT, WARGA TETAP BERTAHAN DI PENGUNGSIAN

Banjir bandung surut-1

POSKOTA.CO – Pasca dilanda banjir, ratusan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, kini masih mengungsi. Kendati banjir sudah mulai surut, namun sebagian warga mengaku masih takut dan trauma.

“Kami takut kalau terjadi banjir lagi, jadi kami masih tetap ngungsi dulu di sini (aula kecamatan-red),” tutur mereka.

Kekhawatiran warga cukup beralasan, mengingat kejadian banjir beberapa hari lalu, yang melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, masih menyisakan kekhawatiran, karena takut bila terjadi banjir susulan.

Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu (Sabtu, 18/3) menyebabkan Sungai Citarum meluap, sehingga ketinggian banjir yang melanda perkampungan warga mencapai 10-120 cm. Ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir di tiga kecamatan Kabupaten Bandung tersebut.

Pantauan di lapangan, Rabu (22/3), warga masih mengungsi di kantor desa dan aula kantor Kecamatan hingga di masjid.

Diperoleh informasi bahwa total titik pengungsian ada 35 titik, dan paling banyak di Baleendah yakni, ada 22 titik pengungsian. (*/ronny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.