BANJIR BANDANG DI GORONTALO GENANGI LIMA KABUPATEN – Poskota.co

BANJIR BANDANG DI GORONTALO GENANGI LIMA KABUPATEN

POSKOTA.CO – Banjir bandang menerjang lima kabupaten/kota di Provinsi Gorontolo. Kelima kabupaten/kota yang dilanda banjir yakni, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Bone Bolango.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Kabupaten Gorontalo Utara Nurdin Humolungo menuturkan, banjir di wilayah Gorontalo Utara terjadi pada Rabu (26/10), di Kecamatan Sumalata yang terdiri dari Desa Hutokalo dengan korban 20 kepala keluarga (KK) atau 86 jiwa, Desa Kasia 22 KK atau 93 jiwa, Desa Mebongo 10 KK atau 42 jiwa.

Sedangkan di Kecamatan Suwawa Timur terjadi di Desa Motihelumo, satu rumah yang tertimpa pohon tumbang, sementara di Desa Bulontio Timur dilaporkan dua ekor sapi mati terseret arus air, beras enam ton dan 75 karung padi di gudang serta tanaman jagung milik warga terendam air.

“Di Gorontalo Utara tidak ada korban jiwa. BPBD telah memberikan paket makanan kepada korban,” ujar Nurdin, seperti dilansir kantor berita Antara, Rabu (26/10).

Dari foto udara, kondisi jalan dan rumah warga yang tergenang banjir di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/10). Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan status darurat bencana banjir bandang menyusul banjir yang menggenangi sembilan kecamatan. (ANTARA)
Dari foto udara, kondisi jalan dan rumah warga yang tergenang banjir di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/10). Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan status darurat bencana banjir bandang menyusul banjir yang menggenangi sembilan kecamatan. (ANTARA)

Kepala BPBD Boalemo Mus Moha mengatakan, banjir bandang melanda Desa Harapan dengan 300 rumah terendam, Desa Dulohupa 75 rumah, dan Desa Sukamaju 90 rumah.

“Data sementara sawah yang rusak akibat banjir di Boalemo 630 hektar dan lima ekor sapi terbawa arus,” ujar Mus Moha.

Banjir juga dilaporkan merendam rumah warga di Kecamatan Paguyaman yakni, Desa Rejonegoro lima rumah, Desa Mustika 53 rumah, Wonggahu 10 rumah, dan Wonosari dengan korban 100 KK.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Doni Lahatie mengutarakan, banjir di daerah itu merendam sembilan kecamatan yakni, Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Tolangohula, Tibawa, Asparaga, Bilato, Dungaliyo, Tilango dan Boliyohuto. Adapun banjir tersebut disebabkan meluapnya tiga sungai yaitu Sungai Marisa, Sungai Bionga dan Sungai Moloopu.

Jumlah korban banjir di wilayah itu tercatat 9.686 jiwa atau 2.904 KK, dan BPBD telah mendirikan dapur umum untuk memasok kebutuhan makanan siap saji bagi korban banjir di lokasi evakuasi maupun yang masih beada di rumah.

Untuk Kota Gorontalo, luapan air Sungai Bulango merendam sejumlah rumah warga di Kelurahan Siendeng dan Kelurahan Biawu.

“Air mulai naik sejak hujan deras semalam. Hingga pukul 18.00 Wita air sudah surut di sebagian rumah, namun di rumah warga lainnya masih tergenang,” ungkap Oci, salah seorang warga Biawu.

Di sisi lain, Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) di Kota Gorontalo menerima sekitar 49 pasien yang dirujuk oleh Rumah Sakit Dunda di Kabupaten Gorontalo akibat terendam banjir.

Di Kabupaten Bone Bolango, banjir terjadi di bantaran sungai di Kecamatan Bulango Utara yang meliputi Desa Tupa, Desa Kopi dan Desa Lomaya.

Pemerintah setempat telah menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir di lokasi tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)