Djoko Waluyo 08/03/2015

42-17278824poskota.co – Haus yang dirasakan usai melakukan olahraga memang wajar. Haus menjadi pertanda bahwa tubuh sedang kekurangan air dan membutuhkan suplai air tambahan.

Hanya saja, terlalu banyak minum air usai berolahraga berat ternyata mempunyai efek negatif. Dikatakan oleh Prof Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, terlalu banyak minum air usai berolahraga berat akan membuat ‎seseorang mengalami kekurangan natrium (garam), atau dikenal sebagai hiponatremia.

“Asupan air yang berlebihan melebihi kemampuan pengeluaran urine oleh ginjal akan menyebabkan osmolalitas cairan ekstrasel yaitu terjadi hiponatremia akut atau hiponatremia kronik,” ungkap Prof Parlindungan, dalam pidato pengukuhan dirinya sebagai guru besar tetap FKUI di Balai Sidang Kampus UI, Depok, Minggu (8/3/2015).

‎Pada olahragawan yang melakukan olahraga berat, kekurangan natrium ini disebut juga sebagai Exercise-associated Hyponatremia (EAH). Prof Parlindungan mengatakan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan kematian mendadak.

“Misalnya setelah lari maraton, dia minum terlalu banyak. Sampai finish dan menang misalnya, tapi setelahnya bisa mengalami kematian,” tandasnya lagi.

‎Meski berbahaya, Prof Parlindungan menyoroti kurangnya perhatian masyarakat soal hal ini. Anggapan yang ada di masyarakat adalah semakin banyak berkeringat, minum pun harus diperbanyak untuk mengganti cairan tubuh yang keluar.

Padahal seharusnya minum air tidak perlu terlalu banyak. Jika aktivitas harian Anda tidak terlalu berat, baiknya memang minum 2 liter air untuk satu hari. Namun jika aktivitas harian Anda berat atau Anda adalah olahragawan, sebaiknya minum air putih secukupnya saja.

“Kalau olahragawan pasti sudah diberkali oleh tim kedokteran olahraganya. Istilahnya ad libitum, jadi mengonsumsi air seperlunya ketika haus. Jangan sampai kembung atau terlalu banyak,” pungkasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*