BADAN KEHORMATAN COPOT IRMAN GUSMAN DARI JABATAN KETUA DPD – Poskota.co

BADAN KEHORMATAN COPOT IRMAN GUSMAN DARI JABATAN KETUA DPD

POSKOTA.CO – Sidang Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (BK DPD) selesai digelar, memutuskan Irman Gusman diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua DPD RI.

Keputusan itu diambil BK setelah menggelar rapat pleno dan mendengarkan masukan dari pakar hukum tata negara Refly Harun dan Zain Badjeber.

“Setelah melalui pembahasan bersama dengan pleno, menyimpulkan saudara Irman Gusman diberhentikan dari jabatannya ketua DPD RI. Irman telah melanggar etik setelah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ketua BK DPD AM Fatwa di Gedung DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/9).

Senator asal DKI Jakarta itu menuturkan, Irman melanggar Pasal 52 Tata Tertib DPD Nomor 1 Tahun 2016.

Dalam Pasal 52 Tatib DPD itu tercantum Pasal 3 berbunyi, ketua dan atau wakil ketua DPD diberhentikan apabila berstatus tersangka dalam perkara pidana.

“Sesuai dengan perintah tatib pasal 52. Diberhentikan dari jabatan ketua. Itu saja, titik,” tandas AM Fatwa.

Menurut Fatwa, pelanggaran etik yang dilakukan oleh Irman Gusman adalah penyalahgunaan jabatan, dan juga mencederai lembaga yang terhormat.

Fatwa mengaku prihatin atas kasus yang pertama kali menjerat petinggi DPD itu. “Penting dan prihatin peristiwa pertama dan menyangkut yang tertinggi posisinya,” ungkap Fatwa.

Fatwa pun meminta agar masyarakat bersikap adil dalam menyikapi persoalan yang menjerat Irman Gusman.

“Publik dalam melakukan penilaian terhadap lembaga kami agar bersikap adil, objektif, dan tidak berlebihan dalam menyikapi. Apa adanya saja,” tutur Fatwa.

Masih kata Fatwa, hasil rapat BK DPD malam ini akan dilaporkan kepada sidang paripurna yang akan digelar, Selasa (20/9). Rencananya, sidang paripurna DPD akan digelar pada pukul 09.00 WIB. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)