Djoko Waluyo 07/05/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) Adi Gunawan meminta agar aparatur mulai dari tingkat nagari (Desa) dan camat cekatan dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat.

“Kami minta para wali nagari (kepala desa) dan camat agar mampu dan cekatan dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya gejolak di tengah masyarakat. Selain itu juga mampu menyelesaikan sengketa tersebut melalui musyawarah,” katanya di Pulau Punjung, Selasa.

Menurut dia, pada Mei ini telah terjadi beberapa kali gesekan dan berujung bentrok antara masayarakat itu sendiri. Untuk itu peran pemerintah perlu dikemukakan untuk meminimalisasi hal tersebut.

“Pada bulan ini ada dua kali bentrokan masyarakat yang dipicu persoalan tanah ulayat. Jika itu soal tanah ulayat seharusnya wali nagari beserta jajaran dapat mengambil langkah-langkah penyelesaian baik secara musyawarah ataupun secara adat istiadat setempat,” katanya.

Menurut dia, bentrokan pertama terjadi pada Sabtu (3/5), antara masyarakat Nagari Siguntur dan Lubuk Gulang. Kedua pada Senin (5/1), antara masyarakat Nagari Sipangkut dan Tiumang.

“Bentrokan tersebut di picu persoalan tanah ulayat. Untuk itu pemda mendorong penyelesaian dengan cepat dan seadil-adilnya,” kata Bupati.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemkab akan menggandeng Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) untuk membantu penyelesaikan sengketa tersebut.

“Kami akan libatkan LKAAM dalam penyelesaian sengetah tanah ulayat, mengingat pihak yang paling berkompeten dalam persoalan adat dan budaya di Minangkabau,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*