Djoko Waluyo 28/04/2014

jis APOSKOTA.CO  – Kuasa hukum tersangka Azwar, Irfan Rahim, menilai ada keanehan dengan kematian kliennya di toilet kantor unit PPA Polda Metro Jaya pada Sabtu (26/4/2014).

Sebelumnya, polisi menyebutkan pria kelahiran Bogor, 30 Oktober 1986 itu, tewas bunuh diri minum cairan pembersih lantai (forstex) yang mengandung racun.

“Keanehan tersebut bermula dari kedatangannya ke ruangan Unit PPA Polda Metro Jaya, Sabtu sekitar pukul 14.00, untuk mendampingi Azwar. Saat itu salah seorang penyidik mengatakan, Azwar sedang dibawa ke luar dan bersamaan dengan itu pula Irfan menonton di TV diruangan PPA ada konfrensi pers terkait dengan kasusnya,” kata Irfan.

Meski Demkian lanjut Irfan, salah satu dari lima tersangka yang ditampilkan oleh Polda Metro Jaya tidak ada Azwar dan saat itu pula dia keluar ruangan dan meminta teman-teman Azwar yang datang ke Polda Metro Jaya bersamanya untuk memperhatikan Azwar.

“Karena kata penyidik Azwar ke luar, saya pun keluar sebentar untuk ngopi di kantin yang tak jauh dari ruangan Unit PPA. Sekitar pukul 16:00, teman-teman Azwar saya suruh melihat Azwar siapa tahu ada acara wawancara live dengan Azwar. Tapi tak ada juga,” ujarnya.

Anehnya lagi kata Irfan yang dihubungi wartawan di Jakaarta, Minggu (27/4/2014), menyebutkan, dalam konfrensi pers tersebut polisi menyebutkan masih ada seorang lagi masih buron selain lima yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

“Saya saat itu trus monitor, saya liat di internet katanya, kata polisi masih ada satu borun. apakah Azwar?, padahal Azwar sudah ditetapkan jadi tersangka dan datang ke Unit PPA pada pukul 05:00 subuh,” ungkapnya.

Ia juga sangat menyayangakan mengapa di dalam toilet Unit PPA tersebut ada cairan beracun yang dapat mematikan, seharusnya pihak penyidik bisa mengeluarkan cairan tersebut baru Azwar masuk untuk buang air besar atau BAB.

“Kan bisa dikeluar dulu cairan tersebut, peristiwa ini kan bisa dihindari,” katanya seraya memnita polisi mengotopsi mayat Azwar agar diketahui secara pasti penyebab kematiannya.

Sedangkan kematian Azwar pelaku pelecehan seksual pada anak TK Jakarta International School (JIS) yang disebutkan polisi, tewas karena bunuh diri di toilet kantor unit PPA Polda Metro Jaya, Sabtu (26/4/2014), dengan cara meminum cairan racun atau cairan pembersih lantai ( forstex).

Kemudian Azwar ditemukan sudah tergeletak didalam kamar mandi dan nyawanya tidak tertolong lagi.(dham/oko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*