taher 14/05/2014

anas urbaningrum-lempar telor slider2POSKOTA.CO – Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat dibuat jengkel atas kesaksian M. Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (13/5).

“Apa yang dikatakan dia (sambil menunjuk ke Nazarudin) bohong. Semua ini ada sutradaranya dan Nazarudin dipinjam mulutnya,” tandas Anas.

Dalam sidang terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Hambalang, dengan terdakwa Teuku Bagus Mokhammad Noor. “Sekali lagi, saya tidak menyoal Nazaruddin karena dia hanya dipinjam mulutnya untuk ngomong begitu,” tandas Anas.

Anas juga mengaku heran karena dalam persidangan Nazaruddin kerap menyebut dia dengan panggilan bos. Padahal menurut dia, pada masa lalu dia tidak pernah dipanggil bos oleh Nazaruddin.
“Biasanya dia manggil saya mas,” ungkap Anas.

BANYAK USAHA

Nazaruddin dengan yakin menjelaskan bahwa Anas memang memiliki banyak perusahaan yang dijadikan kantong bisnis, misalnya adalah PT Dutasari Citra Laras dengan direktur utamanya Mahfud Suroso dan Mindo Rosalina Manulang yang membawahi Permai Grup.

“Kantong bos itu memang bahasa bos saya, Permai grup adalah salah satu kantong bisnis bos saya. Posisi saya sebagai bendahara yang menbawahi bisnis-bisnis mas Anas.

Istilahnya ke saya adalah kalau dibuat satu keranjang nanti keranjangnya jatuh maka pecah semua, dan saya menjadi bendahara bisnis, bendahara umum dan bendahara fraksi,” terang Nazaruddin.

“Saya tidak tahu kalau Nazar bercerita detail, saya kira itu yang dialaminya, saya tidak tahu,” jawab Anas. “Kalau mengenai kantong-kantong bisnis?” tanya hakim Anwar.

“Tentang kantong bisnis sudah pernah disebut, kalau kantong saya punya kantong kiri dan kantong kanan,” jawab Anas.

Selain saling bantah mengenai kantong bisnis, Anas dan Nazaruddin juga saling bantah mengenai peran keduanya dalam proyek Hambalang. “Proyek Hambalang yang saya tahu yang mulia, sejak awal di-setting sama bos saya,” ungkap Nazar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*