Djoko Waluyo 18/04/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Haryono Suharyono anak kandung mantan Pemimpin Umum LKBN Antara Almarhum Harsono Reno Utomo dilaporkan ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Dalam laporan yang tercatat dalam TBL/994/III/2012/PMJ/Ditreskrimum 22 Maret 2012 polisi diminta untuk secepatnya memproses kasus itu.

Marhendra kuasa hukum korban, menjelaskan, kejadian berawal saat LKBN Antara mendirikan PT Antara Kencana Utama Estate Limited (AKUEL) di lahan tanah milik pemerintah di Jalan Medan Merdeka Selatan, Nomor 17, Jakarta Pusat.

AKUEL sempat bekerjasama dengan perusahaan Belanda yakni Pabema SEA, guna mendirikan perusahaan penamanan modal asing untuk mendirikan gedung Gedung Wisma Antara.Kerjasama antara Kerjasama PT AKUEL dengan Pabema SEA berakhir pada 2012.Didalam kesepakatan itu, adanya pengalihan saham kepada PT AKUEL yang bertindak sebagai LKBN Antara.

Namun, Haryono melalui Notaris Jalan Waworuntu memasukkan keterangan palsu pada Akta Notaris Jalan Waworuntu Nomor 18 tertanggal 18 Juni 2001 tentang hibah saham PT AKUEL dan Akta Notaris Dradjad Darmadji Nomor 247 tertanggal 19 Mei 2009.

Direktur Keuangan Perum LKBN Antara Endah Sri Wahyuni menambahkan, akibat pengalihan saham ilegal itu, Kantor Berita Antara terancam kehilangan aset negara berupa lahan tanah senilai Rp 70 miliar atau 20 persen dari nilai aset keseluruhan yang mencapai Rp 360 miliar.(sapuji)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*