taher 19/01/2017

POSKOTA.CO – Berdirinya pabrik Semen Indonesia (SI) yang pasti meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di sekitar Rembang. “Saya tak dapat menerima kalau pembangunan pabrik SI dikatakan merusak. Yang menolak itu bukan warga sekitar tapi orang luar yang tak ingin Rembang maju,” ungkap Sriningsih, salah seorang warga pada wartawan, belum lama ini.

Sejumlah warga yang hadir dalam acara FGD di gedung LIPI Jakarta mengungkapkan, sejak berdiri pabrik semen geliat kehidupan warga terasa meningkat. “Kepedulian pabrik semen dengan pendidikan sangat serius, guru dibayar pihak pabrik, anak hanya suruh belajar, tak dimintain iuran, jalanan dibangun, ini salah satu bukti,” ungkap Subandi.

Sementara itu, CSR Center Indonesia PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) kucurkan dana hingga Rp670 juta untuk membangun infrastruktur air bersih pada dua desa di sekitar pabrik Rembang yakni, Desa Kajar dan Pasucen Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah.

Sriningsih
Sriningsih

Dana itu digunakan untuk membangun pipanisasi sepanjang 1 kilometer dan sarana air bersih yang dialirkan ke tandon berkapasitas 8.200 liter dalam 2 titik yaitu, Masjid dusun Wuni Desa Kajar dan dekat sumber mata air Desa Waru.

Selain Dusun Wuni, perusahaan juga memberikan bantuan pipanisasi dan tandon air 5.100 liter di Desa Pasucen.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan tandon tersebut. “Saya bersyukur kepada Allah SWT. Rakyat saya seger, kecukupan air. Fasilitas air seperti ini belum pernah ada sama sekali. Kami juga sangat berterima kasih kepada warga di Desa Waru, Jepon, Blora, yang bersedia memberikan sumber airnya untuk dipakai warga di Dusun Wuni,” ujar Abdul Hafidz.

Dia menambahkan kehadiran pabrik semen di wilayahnya terbukti memberikan banyak manfaat bagi warga. Bukan saja air bersih, Semen Indonesia juga telah mengucurkan banyak bantuan CSR untuk masyarakat di Kabupaten Rembang.

“Untuk itu, saya meminta masyarakat mendukung penuh kehadiran pabrik semen di Rembang. Saya trenyuh, prihatin kalau di tempat lain pabrik semen milik asing kok justru tak mendapat penolakan, mengapa yang milik BUMN kok dioyak-oyak dan dihambat. Saya pertanyakan, mana rasa merah-putihnya, nasionalismenya,” terangnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :