harmono 22/05/2014

bawasluPOSKOTA.CO – Jajaran Polres Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan menetapkan lima oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum setempat menjadi tersangka pelanggaran Pemilu, setelah sebelumnya berstatus sebagai saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang digelar dalam Forum Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) unsur pidana kelima anggota KPU Musirawas itu sudah terpenuhi, kata Kapolres setempat AKBP Chaidir, Kamis.

Hasil penetapan tersangka itu dari penyidik aparat kepolisian, namun tetap akan berkomunikasi dengan pihak Gakkumdu lainnya seperti Kejaksaan dan Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu), karena masing-masing institusi ada kebijakan internal.

Sebelum menetapkan tersangka itu, penyidik juga memeriksa Panwaslu, para pegawai sekretariat KPU, operator bagian teknis dan saksi-saki lainnya.

Ia menjelaskan, unsur pidana yang akan menjerat komisioner KPU Musirawas itu ada tiga pasal, yakni pasal 287 ancaman hukuman satu tahun, pasal 312 ancaman dua tahun dan pasal 309 dengan ancaman empat tahun penjara.

Hingga saat ini penyidik baru menetapkan lima tersangka yaitu anggota KPU Musirawas, sedangkan saksi lainnya masih dalam proses termasuk bagian teknis dan operator.

Penyidik akan menjerat tersangka dengan Undang-Undang No 8/2012 tentang Pemilu. Pasal 287 tentang kelalaian sehingga perolehan suara salah satu peserta Pemilu Legislatif hilang.

Sedangkan Pasal 309 dengan cara sengaja berupaya menghilangkan suara peserta Pemilu dan beralih ke peserta lainnya dan Pasal 312 terkait penghilangan dokumen pelaksanaan Pemilu, jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Musirawas AKP Teddy Ardian menyatakan tetap optimis akan menyelesaikan seluruh kasus tindak pidana Pemilu dan pihak terkait akan diperiksa secara meraton.

“Kami telah melakukan gelar perkara dengan Jaksa Penuntut Umum untuk menyelesaikan pelanggaran pidana pemilu tersebut dan melaporkan ke Gakkumdu,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*