taher 20/05/2014
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Bogor Kota menangkap 26 tersangka pengedar narkoba yang merupakan jaringan pengedar wilayah Pesisir Cianjur Selatan dengan barang bukti sebanyak 135 kilogram ganja dan 9,44 gram sabu.

“Penangkapan para tersangka itu dilakukan dalam operasi yang intens kami gelar sejak 1 hingga 19 Mei,” ujar Kapolres Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama, dalam ekspose di Mapolres Bogor Kota, Selasa.

Kapolres menyebutkan dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 135 kilogram ganja kering siap edar dan 9,44 gram sabu. Para tersangka tersebut berasal dari sejumlah jaringan pengedar narkoba yang mendapatkan barang haramnya dari wilayah Cianjur.

“Mereka mengedarkan narkoba ini ke wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, juga Cianjur dan Sukabumi,” ujar Kapolres. Dari penangkapan 26 tersangka ini, lanjut Kapolres, ada bandar besar yang menjadi
pemasok barang haram kepada para pengedar tersebut yang saat ini sedang diburu oleh petugas.

Kapolres mengungkapkan, dari 26 tersangka, tiga orang tersangka baru ditangkap Senin (19/5) malam di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. “Tiga tersangka ini berasal dari dua jaringan, satu jaringan ada dua tersangka dengan barang bukti 100 kg ganja dan satu tersangka lainnya menyimpan 35 kg,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor, AKP Nur Alamsyah menyebutkan bahwa penangkapan seluruh tersangka berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka selama 2014.

Ia menyebutkan dari pemeriksaan para tersangka mengaku barang-barang tersebut diperoleh dari wilayah Gunung Putri. “Tetapi mereka tidak mengetahui siapa orangnya, maka kami menurunkan tim selama satu bulan untuk melakukan pengintaian. Hingga akhirnya kita mendapat tanda-tanda dan langsung mengambil tindakan,” ujar Alamsyah.

Untuk tempat penangkapan di Gunung Putri, petugas menangkap dua orang tersanga masing-masing bernama Rian,24, dan David,24, yang menyimpan narkoba 100 kg ganja di tangkap di rumah kontrakannya.

Kedua pemuda tersebut bertugas mengedarkan barang haram tersebut kepada pelanggan yang sudah memesan melalui telepon genggam. Sementara itu, salah satu tersangka bernama Rian mengaku sebagai anak salah satu anggota TNI.

“Memang saat pemeriksaan tersangka R ini mengaku anak anggota TNI, ini sedang kita identifikasi. Kami sudah mencoba menghubungi pihak keluarga dan memastikan kebenarannya,” ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan Polres Bogor bertekad memberantas pengedaran narkoba di wilayah Kota Bogor dengan menggiatkan operasi penindakan. Selain itu memberikan ancaman hukuman maksimal kepada seluruh tersangka.

“Tersangka kami jerat dengan Undang-Udang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” ujar Kapolres.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*