2 ALAP-ALAP MODUS TUNJUK BAN MOBIL KEMPES DITANGKAP – Poskota.co
Wednesday, September 20

2 ALAP-ALAP MODUS TUNJUK BAN MOBIL KEMPES DITANGKAP

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur membekuk dua alap-alap yang menyasar pengendara mobil bermoduskan tunjuk ban kempes.

“Pelaku pura-pura menunjuk ban kempes kepada pengemudi mobil,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Husaimah di Jakarta Jumat.

Petugas menangkap Ade Juanedi,31, warga Jalan Kartini Sawah Besar Jakarta Pusat dan Abdul Komar,31, beralamat di Jalan Bali Makasar Jakarta Timur.

Kompol Husaimah menyebutkan kedua tersangka telah melakukan kejahatan dengan modus tersebut sebanyak dua kali di Jalan Basuki Duren Sawit dan dua kali di Jalan Pangeran Revolusi Pondok Bambu Jakarta Timur.

Korban terakhir yang menjadi sasaran sindikat itu yakni seorang wanita Syifa Maudini Nurtyas,18,

Diungkapkan Kompol Husaimah, petugas menangkap Ade dan Komar berboncengan akan beraksi di Flyover Pondok Bambu dengan mengetuk kaca pengendara mobil.

Tersangka pura-pura memberitahukan pengendara mobil mengalami ban kempes sehingga korban berhenti untuk memastikan ban rodanya.

Ketika pengemudi keluar mobil, tersangka Komar masuk ke mobil melalui pintu sebelah kiri guna mengambil barang berharga korban, lalu melarikan diri.

“Namun saat beraksi, tersangka Ade ditangkap petugas,” tutur Husaimah.

Selanjutnya, anggota mengembangkan jaringan pencurian dengan pemberatan itu dengan menciduk Komar yang berperan sebagai eksekutor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)