2 ALAP-ALAP MODUS TUNJUK BAN MOBIL KEMPES DITANGKAP – Poskota.co

2 ALAP-ALAP MODUS TUNJUK BAN MOBIL KEMPES DITANGKAP

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur membekuk dua alap-alap yang menyasar pengendara mobil bermoduskan tunjuk ban kempes.

“Pelaku pura-pura menunjuk ban kempes kepada pengemudi mobil,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Husaimah di Jakarta Jumat.

Petugas menangkap Ade Juanedi,31, warga Jalan Kartini Sawah Besar Jakarta Pusat dan Abdul Komar,31, beralamat di Jalan Bali Makasar Jakarta Timur.

Kompol Husaimah menyebutkan kedua tersangka telah melakukan kejahatan dengan modus tersebut sebanyak dua kali di Jalan Basuki Duren Sawit dan dua kali di Jalan Pangeran Revolusi Pondok Bambu Jakarta Timur.

Korban terakhir yang menjadi sasaran sindikat itu yakni seorang wanita Syifa Maudini Nurtyas,18,

Diungkapkan Kompol Husaimah, petugas menangkap Ade dan Komar berboncengan akan beraksi di Flyover Pondok Bambu dengan mengetuk kaca pengendara mobil.

Tersangka pura-pura memberitahukan pengendara mobil mengalami ban kempes sehingga korban berhenti untuk memastikan ban rodanya.

Ketika pengemudi keluar mobil, tersangka Komar masuk ke mobil melalui pintu sebelah kiri guna mengambil barang berharga korban, lalu melarikan diri.

“Namun saat beraksi, tersangka Ade ditangkap petugas,” tutur Husaimah.

Selanjutnya, anggota mengembangkan jaringan pencurian dengan pemberatan itu dengan menciduk Komar yang berperan sebagai eksekutor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)