2.200 ANAK PAUD KOTA DEPOK IKUTI EDUKASI ANTINARKOBA – Poskota.co

2.200 ANAK PAUD KOTA DEPOK IKUTI EDUKASI ANTINARKOBA

2.200 anak PAUD melakukan deklarasi massal antinarkoba di lapangan utama Balai Kota Depok, Rabu (3/5). Kegiatan deklarasi ini diadakan oleh BNN Kota Depok, dan memecahkan rekor Muri.
2.200 anak PAUD melakukan deklarasi massal antinarkoba di lapangan utama Balai Kota Depok, Rabu (3/5). Kegiatan deklarasi ini diadakan oleh BNN Kota Depok, dan memecahkan rekor Muri.

POSKOTA.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, Jawa Barat, memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) setelah mengajak 2.200 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melakukan deklarasi massal antinarkoba di lapangan utama Balai Kota Depok, Rabu (3/5). Pemecahan rekor juga berdasarkan penilaian pada aktivitas edukasi antinarkoba yang melibatkan ribuan anak dengan cara mendongeng.

Kepala BNN Kota Depok AKBP Hesty Cahyasari mengungkapkan, ada sekitar 9.300 PAUD di Kota Depok yang ikut dalam kegiatan ini. Pemecahan rekor Muri tersebut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Depok. “Tujuannya agar anak usia dini, semakin paham akan bahaya penyalahgunaan narkoba. Di usia yang masih sangat dini, mereka harus kita bentengi. Karena seperti kita tahu, narkoba tidak pandang usia, siapa saja disasar,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.

Hesty pun mengklaim, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai ribuan anak usia dini. “Ini adalah kegiatan investasi. Tentunya kami berharap setelah mereka duduk di usia sekolah bisa membedakan mana yang tidak boleh dan terlarang. Dengan begitu Depok dan Indonesia bisa bebas narkoba,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan catatan kepolisian, Kota Depok masuk dalam kategori zona merah untuk kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Para pelakunya, rentan mengarah pada kalangan pelajar hingga mahasiswa. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta, menjadikan Depok sebagai salah satu sasaran empuk bagi pelaku bisnis haram tersebut.

Satuan Narkoba Polresta Depok mencatat, pelajar yang terlibat narkotika pada 2015 sebanyak 11 orang, dan meningkat menjadi 14 orang pada tahun 2016. Pada 2015 ada 19 mahasiswa yang terlibat kasus narkotika, dan meningkat menjadi 27 mahasiswa pada 2016. Sedangkan untuk 2017, pendataan masih terus dilakukan. “Kasus narkotika yang melibatkan pelajar dan mahasiswa ini menjadi perhatian kami. Apalagi di Depok terdapat beberapa universitas,” kata Kasat Narkoba Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana.

Untuk menekan ruang gerak para pelaku, polisi bersama BNN Kota Depok pun semakin gencar melakukan penyuluhan dan operasi terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba. Apalagi belum lama ini BNN berhasil mengungkap pabrik sabu berkedok rumah tinggal di kawasan Cinere, Depok. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)