taher 01/08/2015
korban salah tangkap
korban salah tangkap

POSKOTA.CO – Setelah 10 bulan mendekam di balik jeruji besi, Dedi, 33, tukang ojek yang menjadi korban salah tangkap anggota Polres Jaktim, dibebaskan hakim. Dedi, dituduh melakukan pengeroyokan sehingga menyebabkan kematian seseorang.

Polisi dianggap ceroboh, memenjarakan dirinya yang tak tahu masalah. Untuk membersihkan nama baiknya, Dedi akan
menuntut balik apart Polres Jakarta Timur yang bertindak semena-mena.

Majelis hakim pada 6 Juli 2015, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui putusan Nomor 142/PID/2015/PT. DKI menyatakan Dedi tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan atas tindak pengeroyokan tersebut.

“Saya hanya berharap polisi meringkus pelaku yang sebenernya dan marasakan apa yang pernah saya rasakan di buyi,” ungkapnya Sabtu (1/8/2015).

Dedi sudah keluar tahanan sejak Kamis, 30 Juli, lalu. Dia mendekam selama 10 bulan. Dedi adalah tukang ojek, korban salah tangkap penyidik.

Dedi bekerja sebagai tukang ojek di kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Pada 25 September 2014, ia dijemput polisi dengan tuduhan mengeroyok hingga menyebabkan korban meninggal.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*