oleh

Ubah Strategi Perjuangan, Palestina Meyakini Kemerdekaan Dapat Segera Terwujud

-Nasional-67 views

POSKOTA,CO-Palestina mulai mengubah strategi perjuangan dari bertahan sendirian menjadi kolaborasi dengan negara-negara yang mendukung kemerdekaan Palestina. Dengan menggunakan strategi baru yang baik dan terukur dan mengubah dari perjuangan fisik menjadi kekuatan kolaborasi diyakini kemerdekaan Palestina akan dapat diwujudkan.

“Dengan menjalin kerjasama kami yakin  akan mampu melawan penjajahan oleh Israel. Saat ini kami tidak lagi sekadar membangun kekuatan di kawasan, tapi juga dengan kekuatan internasional,” kata Kepala Biro Politik gerakan HAMAS Palestina, Ismail Haniyah pada pada Konferensi Internasional Al Aqsha yang digelar secara virtual, Sabtu (7/11/2020).

Menurut Haniyah, strategi kolaborasi yang dilakukan secara menyeluruh dengan kekuatan yang dimilikinya merupakan modal perlawanan bangsa Palestina  melawan penjajahan Israel. Ini merupakan  tantangan yang muncul dan harus direspon dengan baik.

Dia juga mengajak seluruh umat Islam di seluruh dunia meninggalkan perseteruan internal. Hal itu harus dilakukan jika serius ingin membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel.

“Kita harus segera menghadapi permasalahan eksternal, yaitu permasalah  dengan penjajahan Zionis,” kata mantan perdana menteri Palestina tersebut.

Zionis Israel, menurut Haniyah, melakukan berbagai upaya dan langkah untuk membuat kekacauan, termasuk salah satunya merayu negara-negara di sekitar Palestina untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

“Mereka ingin membentuk opini seolah tidak ada masalah apa-apa antara negara Arab dengan zionis,” ujarnya.

Menghadapi hal itu, saat ini bangsa Palestina telah menyatukan langkah dan kekuatan untuk melawan penjajahan dan upaya normalisasi.  “Normalisasi hubungan dengan Israel adalah pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Palestina,” tegasnya.

Upaya pembebasan harus terus  dilakukan dengan berbagai cara dan strategi karena  bangsa Palestina tidak akan pernah berdiam diri menghadapi penjajahan. Namun, diperlukan dukungan dunia internasional khususnya kaum muslimin di seluruh dunia.

Palestina akan terus  membangun hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga dan kaum muslimin. Karena dengan cara ini diyakini Palestin  akan mampu melawan penjajahan.

Dalam konferensi internasional yang diselenggarakan The Global Coalition for Quds and Palestine (GCQP) juga hadir berbagai pembicara antara lain Zwelivelile Mandla Mandela yang merupakan cucu Nelson Mandela. Konferensi  juga diikuti oleh ratusan ribu peserta dari berbagai negara. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *