oleh

Sucofindo Siap Dukung Industri Makanan Halal Jadi Gaya Hidup Sehat

POSKOTA .CO – No pork no lard atau tanpa daging dan lemak babi, bagi seorang muslim bukan jaminan itu makanan halal. Faktor proses pemotongan daging, higienitas, hingga penyimpanan & proses memasak bahan makanan tidak bercampur bahan kategori haram.

“In sya Allah Sucofindo, selaku Lembaga Pemeriksa Halal, siap mendukung pelaku usaha dalam pasar industri halal. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentu selalu menjadi acuan proses kerjanya,” ujar Dirut PT Sucofindo (Persero), Bachder Djohan Buddin, yang memotivasi karyawan dengan Sentuh Hatinya Mantap Kinerjanya itu.
Jaminan tersebut, sambung Direktur Komersial I Herliana Dewi, berupa rutinitas kinerja mulai layanan Sertifikasi Produk Halal, Sertifikasi Sistem Manajemen Halal SNI 99001. Juga pelatihan terkait Industri Halal seperti Sistem Jaminan Produk Halal, Penyelia Halal, Auditor Halal, Juru Sembelih Halal, hingga pelatihan dan edukasi serta sosialisasi bagi UMKM.

“Kami juga bergerak bidang TIC (Testing, Inspection, and Certification) terkait keamanan produk konsumsi makanan & minuman,” ujarnya, didampingi Kepala Unit Halal, Adisam, usai talkshow bertema Usaha Berkah dengan Sertifikat Halal, Jumat (16/4). Talkshow mengawali rangkaian Festival Halal Sucofindo, 14 April-10 Mei 2021.

APRESIASI

Di tempat terpisah Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, mengapresiasi festival halal Sucofindo yang ikut memberdayakan konsumen cerdas.
“Kemendag ditugasi bagaimana konsumen cerdas berdaya yang berujung ekonomi bangsa bangkit berjaya. Tetapi kami tidak bisa sendirian, dan Sucofindo baik langsung atau tidak telah ikut mencerdaskan konsumen. Kami apresiasi program itu,” ujar Dirjen Veri saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (18/4/2021).

Pemberdayaan konsumen itu, sambung Veri Anggrijono, dijadikan momentum setiap tahunnya pada 20 April sejak ditetapkan Keppres 13/2012 tentang Hari Konsumen Nasional & tahun ini bertema Konsumen Berdaya Pulihkan Ekonomi Bangsa.

Menanggapi Festival Halal Sucofindo di Bulan Ramadhan, Sapta Nirwandar mengakui bisa dijadikan momentum hijrah ke gaya hidup berbasis halal &:Indonesia masuk Top 5:Halal Food Konsumer. “Gaya hidup sehat dengan pangan halal, apalagi pandemi Covid19, demi menjaga imunitas tubuh seharusnya menjadi momentum pada Ramadhan ini,” ujar ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) itu kepada media.

Sementara Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia mencatat pengeluaran penduduk dunia untuk makanan minuman muslim mencapai US$ 1,17 triliun pada 2019 atau naik 3,1% dari tahun sebelumnya.
“Halal menjadi standar & penting di rantai pangan dunia, termasuk non-muslim menjadi konsumen industri makanan halal. Halal menjadi Food Value,” ujar Ketum Gappmi, Adhi S Lukman, saat webinar Markplus lalu. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *