SEPULUH RUMAH SEMI PERMANEN DI SAWAH LIO LUDES TERBAKAR – Poskota.co

SEPULUH RUMAH SEMI PERMANEN DI SAWAH LIO LUDES TERBAKAR

POSKOTA.CO – Si jago merah mengamuk dan menghanguskan sedikitnya sepuluh rumah semi permanen di kawasan padat penduduk pada Rabu (7/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian material di taksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Sawah Lio II Gg 7 di RT 09/08 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat ini membuat panik warga sekitar yang baru saja berbuka puasa.

Petugas Polsek Tambora Jakarta Barat melakukan pengamanan kebakaran di lokasi kebakaran Sawah Lio, Jakarta Barat.

Kronologis peristiwa berawal, ketika itu warga baru saja berbuka usai menjalankan ibadah puasa, saksi mata bernama Firdaus (19) di lokasi kejadian mengatakan, dirinya melihat kobaran api dari lantai dua rumah milik Ibu Ani (52).

“Asal api dari rumah Ibu Ani, seketika api langsung membesar,” ujar Yudi, saksi mata lainnya, Rabu (7/6).

Saksi pun berteriak meminta tolong warga untuk memadamkan api. Warga yang panik kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman api dengan alat seadanya.

Tak berapa lama kemudian sekitar 12 unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) DKI Jakarta tiba di lokasi, bersama warga petugas berjibaku menjinakkan api.

Ridwan Susanto, petugas pemadam kebakaran mendapat perawatan medis di RS Sumber Waras usai terjatuh tersengat aliran listrik saat melakukan pemadaman kebakaran.

Namun insiden kecelakaan terjadi, seorang petugas pemadam bernama Ridwan Susanto (26) terjatuh akibat tersengat aliran listrik saat berupaya melakukan pemadaman, korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta untuk mendapatkan pertolongan medis.

Tepat pukul 19.20 WIB, api dapat dikuasai. Tercatat sepuluh rumah semi permanen dan sepeda motor hangus terbakar, sementara akibat dari kebakaran tersebut arus lalu lintas di Jalan Krendang Raya, Jakarta Barat, macet total.

Sementara kasus kebakaran tersebut kini ditangani Polek Tambora Polrestro Jakbar. (hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.