oleh

PTM  Terbatas Mulai Diberlakukan Juli 2021  

POSKOTA.CO-Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas rencananya akan diberlakukan oleh pemerintah mulai Juli 2021. Pelaksanaan kegiatan PTM mendesak dilakukan  setelah diketahui pembelajaran jarak jauh (PJJ) memunculkan ancaman loss learning yang cukup serius.

“Pemerintah telah menerbitkan SKB 4 menteri yang memberikan sinyal dibukanya kembali pembelajaran tatap muka,” kata Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto pada diskusi Fortadikbud bertema Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Purwadi, loss learning tersebut banyak terjadi terutama  di daerah yang tidak terdapat dukungan teknologi internet yang baik. Praktis setelah diberlakukannya kebijakan PJJ, pembelajaran seperti terhenti dengan alasan siswa tidak ada gawai, tidak ada dukungan internet, dan lainnya. Padahal teknologi dan sarananya menjadi kebutuhan utama dalam pembelajaran jarak jauh.

Berbagai cara memang telah dilakukan oleh guru di daerah yang tidak terjangkau layanan internet. Misalnya melalui kunjungan guru ke rumah siswa (home visit), penggunaan lembar belajar dan lainnya. Tetapi cara-cara tersebut tetap tidak menghasilkan proses pembelajaran sesuai harapan.

Jika situasi seperti ini terus berlangsung, Purwadi khawatir ancaman loss learning benar-benar tak dapat dihindarkan. Itu sebabnya, pemerintah mengambil kebijakan PTM terbatas mulai Juli 2021.

Untuk memastikan bahwa semua sekolah telah siap melaksanakan PTM terbatas, Kemendikbud mengirimkan daftar periksa kepada semua sekolah. Daftar periksa tersebut intinya adalah melihat secara detail apa saja persiapan yang telah dilakukan sekolah terkait infrastruktur, guru, dukungan orangtua dan lainnya.

Sayangnya hingga kini baru sekitar 60 persen saja sekolah yang telah mengisi daftar periksa. “Kami mengevaluasi mengapa belum semua sekolah mengisi daftar periksa? Ternyata daftar periksa yang harus diisi terlalu banyak pertanyaannya, terlalu panjang dan rumit, jadi sekolah malas mengisinya,” kata Purwadi.

Mestinya, lanjut Purwadi, isi daftar periksa tersebut hanya menyangkut hal-hal yang penting saja. Terutama terkait kesiapan penerapan protokol kesehatan di sekolah seperti ketersediaan tempat cuci tangan, kesediaan siswa mengenakan masker, cuci tangan dan pengukur suhu. Sebab daftar periksa ini menjadi penentu apakah sekolah siap melakukan tatap muka terbatas atau belum siap.

“Jadi kesiapan sekolah untuk PTM terbatas benar-benar menjadi prioritas utama,” tambah Purwadi.

Ia mengimbau agar pemerintah daerah membantu sekolah-sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana guna menyambut pemberlakuan PTM terbatas ini. Jangan sampai karena kurangnya dukungan sarana dan prasarana prokes di sekolah, memicu klaster penularan Covid-19 dari sekolah. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *