oleh

Menuai Kritikan Ganja agar Diekspor, Anggota Fraksi PKS Rafli Kande Menarik Usulannya dan Minta Maaf 

-Nasional-186 views

POSKOTA.CO – Usai mengusulkan agar ganja dijadikan komoditi ekspor menuai banyak kritikan,  anggota Fraksi PKS DPR RI, Rafli Kande, akhirnya menarik usulannya tersebut.

Selain menuai kritikan masyarakat dan banyak pihak, usulan Rafli juga mendapat  kritikan dari fraksi PKS sendiri.

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini mengatakan usulan  Rafli itu pribadi, tidak mewakili sikap PKS saat berbicara di forum Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan tentang peningkatan ekspor komoditas nasional dan lokal untuk menggenjot ekonomi dan pemasukan negara.

“Pak Rafly sudah meminta maaf dan menarik kembali usulannya agar ganja bisa diolah jadi bahan farmasi dan diekspor,” kata Ketua Fraksi PKS.

Sebelumnya Rafli politikus dari daerah asal pemilihan Aceh ini menyampaikan usulan itu saat rapat Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.

Dia meminta antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkordinasi agar hasil pertanian daerah salah satunya ganja dijamin bisa dipasarkan dan di ekspor.

Menurutnya, ganja yang banyak tumbuh mudah di daerah Aceh salah satu tanaman bisa digunakan sebagai obat.

“Misalnya, ganja  itu bisa diolah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja jangan kaku lah kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus,” kata Rafli dalam rapat Komisi VI DPR, di Jakart beberapa waktu lalu, Kamis (30/1/2020).

Bahkan Rafli menyebutkan ganja tidak berbahaya. Yang bahaya itu menggunakan sabu-sabu.

Usai mengusulkan agar ganja bisa dioleh sebagai bahan pengobatan dan agar bisa diekspor, sejumlah kalangan mengkritisi termasuk Fraksi PKS DPR mengaku langsung menegur keras Rafli. PKS menegaskan usulan Rafli itu bukanlah sikap fraksi.

Rafly melihat tanaman ganja sering disalahgunakan sebagai narkotika dan Aceh daerah pemilihannya sering dikaitkan dengan tanaman itu.  “Mungkin harapannya  negara perlu tegas meregulasi untuk atasi penyalahgunaan ini,” imbuh Jazuli.

Diakuinya usulan Rafli itu menimbulkan persepsi buruk bagi PKS. Terlebih, PKS memang vokal terhadap pemberantasan narkoba.

PKS memahami UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tegas melarang ganja dan mengkategorikannya sebagai narkotika golongan 1 dan dilarang untuk pelayanan kesehatan, meski dalam UU tersebut juga terdapat pengecualian dalam jumlah terbatas untuk ilmh pengetahuan. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *