oleh

Mendikbud Tepis Kabar Mata Pelajaran Sejarah Akan Dihapus dari Kurikulum Sekolah

-Nasional-81 views

POSKOTA.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menepis kabar yang viral di media sosial bahwa mata pelajaran  sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah. Dia mengaku pihaknya tidak punya rencana menghilangkan  mata pelajaran sejarah di sekolah.

”Saya terkejut dengan informasi yang tengah tengah viral di media sosial soal isu akan dihapusnya mata pelajaran sejarah dari kurikulum sekolah,” kata Mendikbud, Minggu (20/9/2020).

Menurut Nadiem, dirinya ingin mengklarifikasi karena  betapa cepat informasi tidak benar menyebar mengenai isu dihapusnya mata pelaran  sejarah. Isu itu sendiri  keluar karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat terkait dengan penyederhanaan kurikulum yang masih dalam bentuk kajian secara mendalam.

Penyederhanaan kurikulum sendiri, menurut Nadiem, tidak akan dilakukan sampai tahun 2022. Di tahun 2021 pihaknya akan melakukan berbagai macam prototyping di sekolah penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional.

Jadi, menurut dia  tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah.

“Yang mengejutkan adalah komitmen saya terhadap sejarah kebangsaan kita dipertanyakan padahal misi saya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita,” katanya.

Dia  menegaskan kakeknya merupakan salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Selain itu, kedua orangtuanya merupakan aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan  berjuang melawan korupsi.

”Anak-anak saya tidak mengetahui bagaimana melangkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang, ” ujarnya.

Misinya sebagai Menteri malah kebalikan dari isu yang timbul. Dia ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi mereka.”Identitas generasi baru yang nasionalis hanya bisa terbentuk dari suatu collective memory yang membanggakan dan menginspirasi,” tegasnya. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *