taher 29/08/2017
Ketua IPJI bersama sekretarisnya

POSKOTA.CO – Kapolri Jenderal Tito Karnavian seharusnya mencopot Kapolres Way Kanan, Budi Asrul Kurniawan karena dianggap melecehkan profesi wartawan. “Beliau kan seorang perwira, tak pantas bicara seperti itu, wartawan kan mitra polisi,” ungkap Ketua Umum Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufick Rahman, Selasa pagi (29/8/2017).

“Saya berharap rekan IPJI Lampung segera melapor, dan menyerahkan bukti rekaman perkataan Kapolres Way Kanan kepada DPP IPJI untuk ditindaklanjuti, dilaporkan ke Kapolri,” katanya.

Ketua Umum IPJI ini menjelaskan, jika diketahui ada pihak melarang peliputan yang tengah dilakukan jurnalis, dapat dikategorikan menghalang-halangi kerja jurnalistik. Tindakan itu melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pada Pasal 18 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi kerja wartawan dapat dikenai sanski hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp500 juta,” paparnya.

Akibat ucapan Kapolres Waykanan, PWI Surakarta juga melakukan protes karena dianggap menyakiti rekan seprofesi. “Harus diadukan secara hukum ke pimpinan Polri,” tegas Wakil Ketua PWI Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Sri Hartanto, Senin (28/8).

Jika benar apa yang diucapkan Budi Asrul Kurniawan mendeskreditkan profesi wartawan sebagai kotoran hewan itu penghinaan yang sangat luar biasa. “Yang bersangkutan tidak mencerminkan sikap sebagai pimpinan untuk menghormati tugas wartawan,” tandasnya.

Disamping itu, sikap Budi Asrul Kurniawan juga menghina profesi Ayah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Achmad Saleh yang juga sebagai wartawan era 1960-an. Beliau wartawan senior di Palembang, Sumatera Selatan.

Menanggapi soal pelecehan Kapolres Waykanan pada wartawan, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasiso mengungkapkan, kasus tersebut sudah ditangani Propam Polda Lampung dan Kapolda sudah meminta maaf pada wartawan. “Kami berharap tak ada masalah yang harus dibesarkan karena Polri dan wartawan adalah mitra yang tak terpisahkan,” harapnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :