oleh

Kepala BKKBN Hadiri _Entry Meeting_ Pemeriksaan Laporan Keuangan K/L Tahun 2021

POSKOTA.CO-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dokter Hasto Wardoyo menghadiri _entry meeting_ atas Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (K/L) Tahun 2021, di Auditorium Gedung Tower BPK RI, Jakarta, Kamis (06/01/2022).

Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Achsanul Qosasi mengungkapkan, “Hari ini merupakan entry meeting 37 kementerian/lembaga yang ada dibawah supervisi saya sebagai pimpinan atau auditor keuangan negara III. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan hal-hal penting yang harus diperhatikan bapak, ibu semua untuk memudahkan kita semua terhadap apa yang terjadi di 2021 dan juga yang akan dilaksanakan pada anggaran tahun 2022,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Achsanul Qosasi, _entry meeting_ merupakan tahapan pemeriksaan berupa komunikasi awal antara tim pemeriksa dengan entitas yang diperiksa serta mewujudkan kesamaan persepsi terhadap pelaksanaan pemeriksaan.

“Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006, pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Pemeriksaan yang kami lakukan kali ini adalah pemeriksaan atas laporan keuangan, yang hasilnya nantinya akan berupa opini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BKKBN menerima secara langsung, Surat Tugas Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga tahun 2021 dari Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi. Hadir mendampingi Kepala BKKBN, Inspektur Utama, Ari Dwikora Tono.

BKKBN menurut Achsanul Qosasi, terkait progress penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) telah mencapai 88 %. “Terimakasih pada Pak Dokter Hasto Kepala BKKBN, dengan adanya banyak hal dibawah yang harus diselesaikan, saya apresiasi karena isu-isu yang ada bisa terselesaikan termasuk juga kepentingan-kepentingan politik yang bisa Bapak hadapi dengan bijak,” ujarnya.

Menurut laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan BPK RI, BKKBN sejak tahun 2017 sudah empat kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecuallian (WTP). Merupakan pencapaian opini audit terbaik atas suatu laporan keuangan.

Opini WTP sangat penting bagi K/L termasuk BKKBN dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat atas pengelolaan keuangan Negara dan bukti bahwa BKKBN mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (_good government_) dalam mengelola keuangan Negara secara professional, transparan, akurat dan akuntabel. (humas/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.