oleh

JADI BANDAR SABU, SEORANG IBU RUMAH TANGGA DICIDUK TIM COBRA POLRES LUMAJANG

-Nasional-131 views

POSKOTA.CO – Tim Cobra Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang meringkus seorang ibu rumah tangga berinisal NF (27 tahun), warga Dusun Krajan, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Pelaku NF diamankan Tim Cobra karena kepemilikan 5,04 gram sabu yang berusaha disembunyikan di dalam lembaran plastik hitam, dan ada juga yang dibungkus rapat dengan lakban agar dapat mengelabuhi petugas.

Kini tersangka harus menjalani pemeriksaan di Mapolres Lumajang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya melanggar hukum dengan mengedarkan narkotika golongan satu jenis sabu.

Kapolres Lumajang AKBP Dr Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH mengungkapkan, Tim Cobra Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang menangkap seorang ibu rumah tangga asal Dusun Krajan, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang karena menjadi bandar sabu.

“Narkoba sekarang sudah masuk ke segala lini dalam masyarakat, terbukti entah itu laki-laki, perempuan hingga anak sekolah pun menjadi agen penyebaran barang haram yakni narkotika,” kata Kapolres Lumajang, Rabu (23/10/2019).

Untuk mencegah semakin rusaknya generasi muda Indonesia, tandas Kapolres, saya tidak akan berhenti mencari jejak peredaran narkoba di Lumajang untuk mengungkap dan menangkap para pengedar serta penyalahguna narkoba.

“Karena 0,1 gram sabu dapat merusak saraf 10 orang, jika 5 gram sabu ini berhasil diedarkan maka 500 warga Lumajang rusak saraf otaknya,” ujar AKBP Arsal.

“Untuk itu, saya tidak akan melunak dan pandang bulu dalam memberantas narkoba demi generasi Indonesia yang lebih baik lagi, dan agar dapat memajukan Indonesia di masa depan,” tegas putra asli Kota Kalosi Makassar ini.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba AKP Ernowo menjelaskan, pelaku NF ini disinyalir masih satu jaringan dengan tersangka M yang masih dalam pemeriksaan.

“Kami akan usut lagi jaringan narkoba NF untuk memutus rantai peredaran narkoba di Lumajang,” tandasnya.

“Atas perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 114 Ayat 1 sub 112 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dan diancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun,” tutup Ernowo. (kar)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *