WALIKOTA JAKBAR DIPERIKSA PANWASLU – Poskota.co

WALIKOTA JAKBAR DIPERIKSA PANWASLU

POSKOTA.CO – “Waktu itu ada demo, saya datang untuk mengecek aksi tersebut. Bukan hadir dalam kampanye Ahok,” ungkap Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, usai dimintai keterangan Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilihan Umum), Jumat(11/11).

Kepada wartawan usai diminta keterangan, Anas mengaku bahwa kedatangannya di kampanye Djarot adalah sebuah ketidaksengajaan. Saat itu terjadi aksi unjuk rasa di dekat kantor Wali Kota, Jakarta Barat sehingga Anas merasa perlu meninjau langsung.

“Saya sudah memenuhi panggilan Panwaslu Jakarta Barat, diminta keterangan klarifikasi mengenai adanya laporan dari pihak pelapor bahwa saya dianggap tidak netral di dalam pelaksanaan kampanye. Padahal saya tidak tahu, kehadiran pak Djarot saya tidak tahu, tidak ada kontak,” kata Anas kepada wartawan di kantor Panwaslu Jakarta Barat, Jumat (11/11/20160.

Saat tahu ada demo dekat kantornya, Anas kemudian menuju lokasi bersama Kepala Kepolisian Resort Jakarta Barat. Di lokasi itulah kemudian dia tahu ada Cawagub Djarot.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat, Puadi mengatakan pihaknya akan mengkaji pengakuan Wali Kota Anas tersebut. Rencananya Panwaslu juga akan memanggil Cawagub Djarot untuk didengar keterangannya pada Senin pekan depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)