SEDAN BMW SERUDUK WARUNG, 2 PEDAGANG LUKA – Poskota.co

SEDAN BMW SERUDUK WARUNG, 2 PEDAGANG LUKA

27 bmwPOSKOTA.CO – Sedan BMW dengan nomor polisi B 1 NKA menabrak dua warung sayur yang berada di Jalan Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan.

BMW putih tersebut dikemudikan Arnold Natanael Broers,21, datang dari arah Serpong, namun ketika tiba di Jalan Parakan, Pamulang, kendaraan tersebut berusaha menyalip sebuah mobil yang ada didepannya, sementara tanpa disadari sebuah sepeda motor melaju dengan kencang dari arah yang berlawanan.

“Pengemudi BMW kehilangan kendali saat menghindari sebuah sepeda motor didepannya, kemudian menabrak warung disisi jalan,” kata Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri, Sabtu (26/3/2016).

Akibat kecelakaan itu, Iwan Setiawan,56, dan Mursiam,46, yang merupakan pedagang dari dua warung tersebut mengalami luka cukup serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih, sementara kondisi warung beserta isinya hancur berantakan.

“Dua orang korban sudah dikirim ke Rumah Sakit Sari Asih untuk menjalani perawatan,” sambung AKP Mansuri.

Kini kasus tersebut masih ditangani oleh Polsek Pamulang, sedangkan pengemudi mobil yang diketahui tinggal di Jalan Pandu II Blok DD.2 No.26, Pondok Benda, Pamulang itu masih dimintai keterangan terkait kecelakaan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.