SAYANG ANAK JANGAN BIARKAN KENDARAI MOTOR – Poskota.co

SAYANG ANAK JANGAN BIARKAN KENDARAI MOTOR

20himbauPOSKOTA.CO – Peringatan untuk para orang tua yang memiliki motor. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban sia-sia. Mari sayangi anak-anak kita dengan menaati aturan.

Berikut beberapa alasan kenapa anak dibawah umur 17 tahun dilarang mengendarai sepeda motor atau mobil :

1. Remaja masih labil secara emosi.
2. Pengemudi remaja cenderung menganggap enteng ( underestimate) bahaya.
3. Pengemudi remaja cenderung tidak dapat mengidentifikasi situasi yang membahayakan.
4. Pengemudi remaja cenderung untuk ngebut dan tidak menjaga jarak antar kendaraan.
5. Pengemudi remaja lebih mudah marah terhadap pengemudi lain (pengemudi yang marah , lebih cenderung untuk ngebut).

Jadi apakah anda termasuk orang tua yg bangga terhadap anaknya yg bisa mengemudi motor/mobil di jalanan? Mari kita jaga dan awasi anak-anak kita karena keselamatan berlalu-lintas dimulai dari keluarga.

“Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.