NANYA IMB, PETUGAS P2B DITAKUTI TEMBAKAN – Poskota.co
Wednesday, September 20

NANYA IMB, PETUGAS P2B DITAKUTI TEMBAKAN

tembak pkPOSKOTA.CO – Petugas P2B Kec. Pancoran Jaksel yang hendak mengecek sebuah rumah, apakah memiliki IMB atau tidak ditakut-takuti dengan tembakan. Ferry, penghuni nrumah kini berurusan dengan aparat kepolisian, setelah petugas Sudin Penataan Kota Kecamatan Pancoran melaporkan peristiwa tersebut.

Kapolsek Pancoran, Kompol Aswin membenarkan adanya laporan tentang tembakan ke udara di sebuah rumah terjadi sekira pukul 10.00 WIB, petugas P2B melaporkan kejadian pukul 14.00 WIB.

“Saya tidak tahu itu artis atau bukan. Memang benar namanya Ferry. Peristiwa penembakan ke udara memang ada,” kata Kapolsek.

Kapolsek mengatakan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Menurutnya, kasus itu masuk dalam kekerasan dengan cara menakut-nakuti dua staf P2B Kecamatan Pancoran. “Saya akan panggil yang bersangkutan untuk menjelaskan kejadian sebenarnya,” tutur Kompol Aswin.

Ketika ditanya apakah yang bersangkutan memiliki izin kepemilikan senjata api, Kapolsek mengaku belum mengetahuinya. Karena Ferry belum diperiksa oleh petugas Kepolisian.

“Pemanggilan ini karena adanya laporan dari P2B Kecamatan kemarin. Kami akan melakukan pemanggilan saksi-saksi dan menyelidiki penembakan tersebut,” papar Kapolsek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)