MENHAN: AGAMA DAN POLITIK JANGAN DICAMPURADUKKAN – Poskota.co
Saturday, September 23

MENHAN: AGAMA DAN POLITIK JANGAN DICAMPURADUKKAN

POSKOTA.CO – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu mengatakan urusan agama dan politik jangan dicampuradukkan demi kepentingan kelompok atau perseorangan.

“Saya minta jangan mencampuradukkan agama dengan politik. Agama pasti benar karena dari Allah, dari Tuhan. Tapi politik ada yang benar banyak yang tidak benar. Yang tidak benar ini bermain-main,” kata Menhan Ryamizard dalam silahturahmi dengan para ulama dan tokoh agama di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan itu, dia meminta agar ustad atau ulama yang berceramah di televisi atau di manapun agar menyampaikan menjaga persatuan Indonesia dan bela negara. “Yang baik katakan baik, yang salah ya salah,” tuturnya.

Dia mengatakan agama harus dijadikan landasan dalam berpolitik bukan sebaliknya.

Menurutnya, hanya melalui persatuan dan kesatuan maka masalah di masyarakat bisa ditangani.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam musyawarah mencapai mufakat bisa menciptakan iklim yang kondusif bagi bela negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)