KOSAN MEWAH DIGELEDAH, CUMA ADA 1 ORANG POSITIF – Poskota.co

KOSAN MEWAH DIGELEDAH, CUMA ADA 1 ORANG POSITIF

Alat penghisap sabu -dok-
Alat penghisap sabu -dok-

POSKOTA.CO – Sedikitnya 150 petugas Polres Metro Jakarta Pusat bersama TNI diterjunkan ke kawasan padat penduduk yang diduga sebagai sarang peredaran dan penggunaan narkoba di Jalan Timah, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam Operasi Fajar Antinarkoba, ratusan personel Polres Metro Jakarta Pusat langsung mengepung sebuah kosan mewah yang disinyalir tempat para pengedar dan pengguna narkoba tinggal.

“Kami nyatakan perang dengan narkoba, tidak ada kompromi dengan narkoba. Kawasan ini harus bebas dengan narkoba,” ujar Kasat Narkoba AKBP Hendrik Sitepu, di lokasi, Rabu (24/2/2016).

Untuk memastikan, AKBP Sitepu bersama anggota melakukan tes urine terhadap 21 penghuni kosan, dan satu di antaranya positif mengandung narkoba dalam urinenya. Polres Metro Jakarta Pusat juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu dalam bentuk paketan.

“Dari 21 orang yang dites, hanya satu yang positif, di tangannya juga ada barang bukti sabu,” tutur AKBP Sitepu.

Petugas gabungan masih melakukan penyisiran di kawasan tersebut. Beberapa petugas juga terus melakukan pengembangan guna menangkap bandar narkoba yang lebih besar yang diduga sering berkeliaran di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)