KEMANA CEPU CEPU JUDI DI JAKARTA – Poskota.co
Wednesday, September 20

KEMANA CEPU CEPU JUDI DI JAKARTA

JENIS MEJA JUDI
JENIS MEJA JUDI

POSKOTA.CO – Perjudian kembali marak, baik itu lewat online atau permainan terselubung. Pemilik perjudian selalu berupaya untuk menghindar dari endusan aparat kepolisian dengan berbagai caranya. Mereka membuka usaha baik di mall maupun di ruku yang di bawahnya terdapat arena jajanan dan makanan. Bagi polisi, untuk mengetahui lokasi judi tak akan kesulitan, karena untuk menjaring mereka petugas punya cepu-cepu (tim pemantau sekaligus pemain) yang handal.

Hanya tinggal kemauan dan niat untuk membersihkan sarang sarang judi baik itu lewat online maupun dengan meja-meja judinya. Belum lama, seorang bandar judi bola online dibekuk personel polisi Polda Metro Jaya. Pelaku menjalankan bisnis judi tersebut sejak beberapa bulan lalu dengan omset miliaran rupiah.

“Tindak pidana perjudian ini kami ungkap setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Pelaku yang kami tangkap yakni Wyner Tanoto ini punya afiliasi langsung dengan bandar di Singapura,” jelas

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, bandar judi yang ditangkap Wyner, memiliki jaringan server dengan bandar di Singapura. “Tersangka ditangkap di kawasan Muara Karang,” ujarnya.
Tersangka menyelenggarakan judi yang difasilitasi 7 website seperti www.royalxxxxxx.com, www.ligaxxxx.com, www.bandarxxxxxxx.com, www.kiperxxxx.com.

Nama websitenya berbahasa Indonesia karena memang pasarannya ke orang-orang Indonesia, tetapi servernya ada di luar negeri semua. Mereka tidak berani pasang server di Indonesia.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti seperti token key BCA, 1 unit laptop, 1 unit handphone dan 1 buah kartu ATM BCA. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dan atau Pasal 5 ayat (1) jo. Pasal 2 ayat (1) huruf t dan z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)