KASUS MUTILASI BERAWAL DARI CINTA – Poskota.co

KASUS MUTILASI BERAWAL DARI CINTA

Agus pemutilasi
Agus pemutilasi

POSKOTA.CO – Motif pembunuhan dengan memotong tubuh korban (mutilasi) yang dilakukan Kusmayadi alias Agus,31, terhadap Nur Atikah alias Nuri,33,
karena cinta.

“Awalnya Agus mengaku bujangan, setelah 6 bulan, korban baru mengetahui punya istri, terjadilah cek-cok,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta Kamis.

Pelaku mengaku telah berhubungan dengan korban sejak September 2015.
Berkenalan dengan Nuri saat pindah tugas dari Rumah Makan Padang Gumarang di Cikande Serang ke Cikupa Kabupaten Tangerang Banten sekitar Juli 2015 atau dua hari setelah korban keluar kerja.

Korban yang bertugas sebagai pelayan itu mulai berkomunikasi melalui telepon selular, namun beberapa kemudian menjalani hubungan asmara.

Pelaku sempat putus komunikasi dengan korban namun akhirnya kembali berhubungan melalui pesan singkat telepon selular.

Korban mengajak bertemu pelaku untuk bercerita di KFC Citra Raya Cikupa Tangerang Banten.

Pelaku mengaku sebagai bujang, sedangkan Nuri berstatus janda kemudian keduanya sepakat mencari kontrakan di dekat Pasar Cikupa.

Karena tinggal satu kamar kontrakan, kedua pasangan itu kerap berhubungan intim dan korban mulai mengetahui status Agus sudah beristri sehingga terjadi pertengkaran yang berujung pembunuhan dan mutilasi terhadap Nuri.

Polisi membekuk tersangka Agus di Rumah Makan Padang Sari Bundo Jalan Masrip Karangtilang Surabaya Jawa Tiimur pada Rabu (20/4) siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)