KAPOLRI: ISU TERORISME PRIORITAS KEAMANAN – Poskota.co
Saturday, September 23

KAPOLRI: ISU TERORISME PRIORITAS KEAMANAN

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan bahwa masalah terorisme masih menjadi perhatian utama dalam mewujudkan stabilitas keamanan di Tanah Air.

“Salah satu tantangan yang masih menjadi prioritas dalam stabilitas keamanan adalah penyebaran paham radikal dan sel-sel terorisme,” kata Jenderal Badrodin, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Pesan itu disampaikannya kepada lima Kapolda yang baru dilantik hari ini.

Selain itu, konflik sosial dan agama juga harus menjadi perhatian para Kapolda dalam menjalankan tugasnya.

“Bentuk intoleransi dan gesekan sekecil apapun di masyarakat harus diantisipasi Polri untuk mencegah konflik yang lebih besar,” katanya.

Kapolri juga mengingatkan para Kapolda agar tidak segan-segan turun ke lapangan guna memahami permasalahan di masyarakat secara langsung sehingga mampu membuat kebijakan dengan tepat.

“Pemimpin tidak hanya dibalik meja, harus turun ke lapangan untuk bisa buat kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Kelima kapolda yang dilantik oleh Kapolri:

o. Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat sebagai Kapolda DIY menggantikan Brigjen Pol Erwin Triwanto yang ditunjuk sebagai Kapolda Kalsel.
o. Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan menggantikan Irjen Pol Pudji Hartanto
o. Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri menggantikan posisi Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang ditunjuk sebagai Kadivhumas Polri
o. Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menggantikan Irjen Pol Noer Ali yang dilantik sebagai Kabaintelkam Polri.
o. Brigjen Pol Agung Budi Maryoto yang dilantik sebagai Kakorlantas Polri menggantikan posisi Irjen Pol Condro Kirono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)