KAOS BERLOGO PKI BEREDAR DI BLOK M JAKARTA – Poskota.co
Wednesday, September 20

KAOS BERLOGO PKI BEREDAR DI BLOK M JAKARTA

Koas yang disita dari Blok M
Koas yang disita dari Blok M

POSKOTA.CO – Isu PKI kini mencuat dimana-mana. Minggu(8/5) aparat gabungan Ditresintel Polda Metro Jaya bersama Intel Kodam Jaya mengamankan pemilik toko yang menjual baju kaos bergambar palu arit di kawasan Blok M Jaksel.

Dari dua toko di Blok M Square dan Blok M Mall Jalan Melawai Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Petugas menyita satu lusin kaos Kreaktor berlogo palu arit. Pemilik toko Mahdi Ismet juga diamankan ke Mapolsek Kebayoran Baru guna penyelidikan selanjutnya.

Dari keterangan, Anggi karyawan Toko More Shop Blok M Square lantai 1 Blok A No 29-30, kaos tersebut sudah ada sekitar 3 bulan semenjak ia bekerja di toko milik Mahdi Ismed.

Kaos tersebut di dapat dari Bandung dengan nama pembuat (pengirim) Sigit.

Tidak hanya Mahdi Ismet sebagai pemilik toko yang diamankan dan dimintai keterangan oleh petugas, dua orang penjaga toko masing-masing Yosfita dan Rusmal juga menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Reskrim Polsek Kebayoran Baru, sebagai saksi.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dengan isu komunisme yang beredar saat ini.

Cak Imin—sapaan akrab—Muhaimin Iskandar di Ponpes Al Kenaniyyah, Pulogadung, Jakarta Timur, menegaskan, pemerintah lebih dapat mendominasi untuk memberikan pemahaman dan pengajaran pada masyarakat tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) agar tidak menjadi isu yang dibesar-besarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.