JANGAN NGAKU BUWAS TAK BERANI RAZIA MALIOBORO DAN SHUMO – Poskota.co

JANGAN NGAKU BUWAS TAK BERANI RAZIA MALIOBORO DAN SHUMO

7maliPOSKOTA.CO – Sudah diungkap wakil rakyat, tapi belum ada tindakan juga. Justru tempat hiburan lain yang dirazia. Ada apa? “Jangan ngaku Buwas, kalau tak berani merazia Maliboro spa, Shumo spa dan Alezis spa,” ungkap Naipar, pengamat dunia malam di Jakarta, Senin (7/3).

Malioboro yang berada di Jl. Gajahmada Jakpus dan Shumo di Kelapa Gading merupakan surga bagi kaum pria yang suka keluyuran malam, karena di lokasi tersebut bebas berbuat apapun. Begitu juga di Alexis yang berada di kawasan Jakarta Utara.

Tiga tempat hiburan malam tersebut dibeberkan Haji Lulung, anggota DPRD DKI ditengarai sebagai tempat prostitusi dan dugaan peredaran narkoba. “Jangan cuma Kalijodo yang ditindak,” kata Lulung.

“Disitu juga ada pelacuran dan narkoba, jangan cuma Kalijodo yang digusur,” tandas Lulung.

Menurut Lulung, Ahok harus fair untuk menertibkan semua lokalisasi prostitusi yang ada di Jakarta. “Kalau mau menertibkan itu harusnya adil dong dengan steakholder yang lainnya,” ujar Lulung.

Steakholder yang dimaksud Lulung adalah lokalisasi prostitusi berkedok hotel mewah yang sejatinya menjamur ada di tengah kota.

“Seperti Hotel Alexis itu memang izinnya apa? Bikin izin untuk griya sehat kan, buktinya pelacur segala model ada disana. Malioboro dan Shumo juga, bagaimana itu,” ungkap Lulung.

Menanggapi hal tudingan Lulung, Gubernur DKI menepis, kalau yang namanya prostitusi atau perzinahan tak hanya terjadi di hotel atau dua tempat itu, namun di perumahan juga bisa terjadi.

Sementara itu, kabar didapat di tiga tempat hiburan malam itu tak hanya men yediakan wanita penghibur dari dalam negeri tapi juga sediakan wanita impor baik dari China dan Thailand.

Tak hanya wanita impor tapi juga masih ada penjualan narkoba secara sembunyi dan sangat rahasia, kecuali orang yang sudah sangat dikenalnya baru dilayani. Kebenaran peredaran narkoba, belum dapat dikonfirmasi karena pemilik Malioboro dan Shumo serta Alexis masih berada di luar kota, merayakan imlek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)