INDONESIA AKAN MUNDUR KALAU PERSOALKAN SARA – Poskota.co

INDONESIA AKAN MUNDUR KALAU PERSOALKAN SARA

POSKOTA.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia berpotensi mundur jauh ke belakang jika masih saja menghabiskan energi untuk mempertentangkan persoalan terkait suku, agama, ras, dan golongan atau sara.

“Sebagai bangsa besar kita akan mundur jauh ke belakang kalau energi bangsa ini dihabiskan untuk pertentangan, pertentangan suku, pertentangan agama, pertentangan golongan. Akan mundur ke belakang kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada Pasukan Brimob di lapangan Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Jumat.

Presiden menambahkan, Indonesia ingin menjadi contoh di dunia dalam hal pengelolaan keberagaman. Beberapa negara di dunia, kata dia, sudah menjadikan Indonesia sebagai contoh tersebut. “Kita ingin Indonesia menjadi contoh di dunia dalam mengelola keberagaman dan beberapa negara sudah menjadikan kita sebagai contoh itu dimana kemajemukan justru menjadikan kita untuk maju,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia berpesan secara khusus kepada anggota Korps Brimob Kepolisian RI untuk menjadi pelopor dan penjagaan kebhinekaan di Tanah Air.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pengarahan tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin, dan Komandan Korps Brigade Mobil Inspektur Jenderal Pol. Murad Ismail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)