DUA PENGAMEN SADIS MERAMPOK WARGA LAMPUNG – Poskota.co

DUA PENGAMEN SADIS MERAMPOK WARGA LAMPUNG

Sisa uang hasil rampokan
Sisa uang hasil rampokan

POSKOTA.CO – Dua pengamen Suradi,37, dan Nursidik,32, perampok terhadap pengendara mobil yang meminta penunjuk arah jalan berhasil dibekuk polisi. Keduanya merampas dan menikam Sadio,50, pada Rabu (29/6/2016) malam.

Ceritanya, malam itu Sadio, 50 tahun, yang mengendarai mobil bersama isteri dan anak perempuannya dalam perjalanan dari Lampung menuju Semarang. Ia kesasar hingga sampai Cawang Interchange, Jakarta Timur.

Melihat dua pengamen itu, Sadio menanyakan arah jalan masuk tol Cikampek. Ia mengajak keduanya masuk mobil untuk menunjukkan arah karena tak ingin tersesat lagi. Dalam pemeriksaan terungkap, pengamen itu mengarahkan mobil Sadio menuju Tomang, Jakarta Barat.

Setelah masuk tol, kedua pengamen itu pun turun. Namun Suradi merampas tas milik istri korban yang didalamnya ada HP dan uang Rp2 juta.

Kaget, Sadio beraksi mempertahankan hartanya. Namun, Nursidik yang telah mengantongi pisau langsung menghunuskan senjata tajam itu ke ulu hati korban. Sadio yang ditikam di uluhati tewas setelah mendapat pertolongan di RS Persahabatan.

Petugas Polres Metro Jakarta Timur yang mendapat laporan cepat bergerak dan dalam tempo kurang dari 24 jam kedua pelaku berhasil ditangkap. Dipimpin Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana Marpaung, keduanya ditangkap Rabu (29/6/2016) sekira pukul 23:00 WIB di tempat persembunyiannya di Jalan Mayor Oking, Cibinong, Bogor.

Dari kedua pelaku disita HP milik korban sebagai barang bukti. Sedang uang Rp2 juta yang dirampas dari korban nyaris habis, tinggal bersisa Rp234 ribu saja.

Kini kedua pelaku masih menjalani proses penyidikan di Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.