ALEXIS DIUSIK LAGI, CROWN SUGUHKAN TARI BUGIL – Poskota.co

ALEXIS DIUSIK LAGI, CROWN SUGUHKAN TARI BUGIL

tarif di alexis
tarif di alexis

POSKOTA.CO – Setelah reda beberapa saat kini kembali Hotel Alexis diusik oleh Bakal calon gubernur DKI Adhyaksa Dault saat menyampaikan visi misi calon gubernur DKI di Kahmi Center Jl. Senopati Jaksel, Jumat (25/3).

“Alexis harus dibubarkan walaupun punya izin. Perlu dicek lagi apa benar (Alexis mengantongi izin),” kata Adhyaksa. Pada acara tersebut nama Malioboro tak disebut mantan menteri tersebut, kenapa?

Padahal, sebelumnya nama Malioboro dan Alexis jelas diungkap oleh Haji Lulung, wakil rakyat yang namanya nyohor di kawasan Tanah Abang. Malioboro salah satu yang iusulkan oleh Haji Lulung untuk ditutup.

Dari ocehan-ocehan dua pejabat yang bakal nyalonin gubernur DKI itu, kini juga muncul kabar di tempat hiburan malam Crown kawasan Harco juga banyak peredaran narkoba dan adanya penari bugil.

Padahal, dinas pariwisata DKI jelas-jelas mengeluarkan larangan untuk tidak menyuguhkan tarian bugil striptise apalagi narkoba.

Sebagaimana diketahui, Alexis mempunyai izin sebagai usaha hiburan. Namun demikian, Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menyatakan tak mungkin untuk memberantas prostitusi terselubung semacam itu.

Adhyaksa bertekad bulat untuk maju ke Pilgub DKI 2017 agar bisa menjadi gubernur, bukan wakil gubernur.

Dia kini mengusung jargon ‘Teguh Beriman’, di dalalmnya mengandung muatan perubahan Jakarta menjadi lebih baik. Untuk menjadikan Jakarta lebih baik, dalam hal ini beriman, maka Jakarta juga harus dipimpin orang yang baik pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.