oleh

Dialog FIA: Pemerintah Diminta Turun Tangan Kasus Investasi Bodong

POSKOTA.CO – Forum Indonesia Adil (FIA) menggelar diskusi yang bertajuk ‘Kasus Investasi Bodong Tanggung Jawab Pemerintah’ digelar di Hotel Pullman, Jakarta. Diskusi tentang peradilan tersebut dihadiri kalangan penegak hukum dan pencari keadilan.

Hadir dalam acara itu, para founder FIA, Rio Capella, Johnson Panjaitan, Dr Rufinus, Ahli TPPU Dr Yenti Garnasih, Ketua Penyidikan OJK Tongam L Tobing, Wadir Tipideksus Kombes Pol Helfi Asegaf dan juga Ketua LQ Indonesia Lawfirm Alvin Lim, SH, MSc, CFP serta para korban investasi gagal bayar dari sejumlah perusahaan koperasi.

Acara yang berlangsung pada Senin (10/1/2022) dimulai pukul 14.30 WIB. Pada kesempatan itu, Advokat Alvin Lim menyampaikan bahwa investasi bodong ini perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah. “Karena mengakibatkan kerugian bagi jutaan orang dengan totalnya mencapai sekitar Rp114 triliun,” ujarnya.

Alvin Lim selama dua tahun terakhir bekerja keras memperjuangkan hak keadilan bagi para kliennya. Menurutnya, proses hukum kasus ini tersendat-sendat.

Alvin meminta agar Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus terhadap kasus investasi gagal bayar seperti yang dilakukan Presiden terhadap kasus pinjaman online (pinjol). “Kalau Presiden turun tangan, maka aparat di bawahnya akan bertindak tegas dan cepat. Tujuannya supaya kasus yang melibatkan banyak pihak ini bisa berjalan sebagaimana mestinya,” harap Alvin.

Wakil Direktur (Wadir) Tipideksus Bareskrim Polri Helfi Asegaf menanggapi, bahwa kasus tersebut merupakan perkara biasa, namun banyak tahapan yang harus dilakukan sehingga saat ini penyidiki berpendapat belum perlu dilakukan penahanan terhadap terlapor.

Menurut Helfi, sejauh ini tugas kepolisian sebenarnya sudah selesai dan tinggal melaksanakan petunjuk jaksa. Namun jaksa yang merasa tidak puas dan membutuhkan audit yang menurut Polri tidak diperlukan karena semua dianggap lengkap oleh Wadir Tipideksus.

Dalam kesempatan tersebut, para korban investasi bodong, Ny Erni dan Ny Lana menangis sedih karena nasibnya tidak menentu, selain hilang uang, proses penanganan kasus mereka juga tidak jelas perkembangannya.

Alvin Lim yang adalah kuasa hukum para korban investasi berharap agar aparat gigih memerangi penjahat kerah putih supaya mereka tidak mengulangi perbuatan jahatnya. “Kalau pemerintah tidak tegas, dikhawatirkan digunakan oleh kalangan penjahat kerah putih di Indonesia,” tandasnya. (eli)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *